Konfercab GP Ansor Gresik, Ini Tantangan Generasi Muda Milienial di Masa Pandemi Covid-19

Pengurus pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PCGP Ansor) Kabupaten Gresik melakukan konferensi cabang (Konfercab) ke XVI, di Masjid Agung Gresik

Penulis: Sugiyono | Editor: Yoni Iskandar
sugiyono/surya
SELAMAT - Ketua terpilih PCGP Ansor Kabupaten Gresik (pakai jas abu-abu) berfoto bersama anggota usai konfercab, Minggu (27/9/2020). 

 TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pengurus pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PCGP Ansor) Kabupaten Gresik melakukan konferensi cabang (Konfercab) ke XVI, di Masjid Agung Gresik, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Minggu (27/9/2020).

Dalam konferensi cabang (Konfercab) ke XV, terpilih ketua baru yaitu Abdul Rokhim.

Dalam konfercab tersebut, mantan Ketua PCGP Ansor Kabupaten Gresik Agus Junaidi Hamzah, mengatakan, tonggak dan pondasi GP Ansor telah ditancapkan dan ditanamkan oleh para pendahulu, sehingga tinggal dilanjutkan dari Pimpinan Pusat, Provinsi dan Daerah.

"Dan yang terpenting, memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Agus, yang juga Ketua KNPI Kabupaten Gresik kepada TribunJatim.com.

Update Pemuda Mojokerto Tega Membantai Ibu dan Bapaknya, Warga Sebut Pelaku Tak Alami Gangguan Jiwa

Hasil MotoGP Catalunya: Quartararo Juara, Joan Mir dan Alex Rins Podium, Valentino Rossi Gagal Finis

Pemkot Pasuruan Sudah Tegur Oknum ASN yang Diduga Tak Netral dengan Posting Gambar Paslon di Medsos

Lebih lanjut Agus mengtakan, untuk tantangan masa depan generasi muda yaitu adaptasi tatanan hidup baru di era pandemi virus Corona atau Covid-19. Sehingga, harus tetap menjaga imun, iman dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia ).

"Ini tantangan generasi muda yang harus dikerjakan," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Sementara Abdul Rokhim, dalam visi - misinya yaitu meningkatkan kemandiri generasi muda dan meningkatkan perekonomian.

"Ini yang kita kerjakan kedepan, sehingga generasi muda bisa mandiri dalam menyongsong industrialisasi," kata Rokhim.

Terpisah tokoh milenial, Rachmad Rofik (Gus Fik), mengatakan, generasi muda dan organisasi bisa bebas dari finansial ketika mempunyai aset yang bisa memberikan pasif incame.

"Salah satunya ya trading valuta asing (Valas) berbasis artificial intelegence Wisefx. Sebab, ini memberikan pasif incam yang bisa digunakan untuk roda organisasi," kata Gus Fik, yang juga tokoh masyarakat dibidang finansial. (Sugiyono/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved