Potensi lain yang disampaikan Sanusi di malam resepsi dan tasyakuran itu adalah pengembangan jeruk di Dau dan Ngantang.
Sanusi mengatakan, potensi yang ada di sana mencapai Rp 400 juta per hektare. Sanusi juga mengatakan, ada investor dari Denmark yang minta izin mendirikan pabrik pengolahan limbah sawit untuk menjadi bioetanol dan biofuel yang satu-satunya di dunia ada di Kabupaten Malang.
Sebelum menutup sambutan, Sanusi mengatakan, pembangunan transportasi di Kabupaten Malang telah direncanakan dengan matang.
Pembangunan transportasi tidak semata untuk mobilisasi orang saja, namun juga untuk dukungan pariwisata.
Ia mengatakan, pembangunan jalan dari Gondanglegi ke Balekambang akan dilakukan, sehingga wisatawan mudah manuju lokasi.
Pun rencana pembangunan terminal bus pariwisata di Kecamatan Pakis.
Terminal ini nantinya akan menjadi tempat singgah bus wisata dari luar daerah. Bus tidak perlu masuk Kota Malang atau ke Kota Batu.
Sanusi berharap keberadaan terminal bus pariwisata itu dapat mengurangi kemacetan di Kota Malang dan Kota Batu.
"Nanti ke Lawang, dan ke Kepanjen, ibu gubernur menyarankan ada sky trip yang investornya dari Korea Selatan. Ini akan menjadi terhubung antar daerah. Sedangkan yang ke Jemplang, bapak Luhut menyarankan kereta gantung, tanpa mengurangi peran Jeep ke Bromo," tegas Sanusi.