Awal Ramadan, Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi Meroket di Banyuwangi
Saat harga mencapai puncak tertinggi beberapa waktu lalu, stok cabai dari tengkulak berkurang. Begitu stok mencukupi, harga bisa kembali ditekan.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Torik Aqua
TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah bahan pokok di Pasar Banyuwangi terpantau naik pada pekan pertama bulan Ramadan.
Di antaraya ada daging sapi dan cabai rawit yang mengalami kenaikan harga.
Hal ini membuat masyarakat mulai mengurangi jumlah pembelian untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada Senin (23/2/2026), harga daging sapi berkisar antara Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kg.
Baca juga: Stok Bahan Pokok di Kediri Aman, Pemkab Sebut Sejumlah Komoditas Surplus Selama Ramadan 2026
"Naik tinggi mulai sekitar empat hari terakhir," kata Hanik, pedagang daging sapi di Pasar Banyuwangi.
Harga itu merupakan rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Pada saat normal, harga tertinggi daging sapi berkisar antara Rp 130 ribu per kg.
Meski demikian, Hanik menyebut stok daging sapi masih aman.
"Pengaruhnya ke jualan. Kalau harga mahal, saya tidak bisa jual banyak," tambahnya.
Penurunan penjualan yang dialami Hanik mencapai 25 persen.
Ia biasanya bisa menjual sekitar 8 kilogram (kg) sehari. Sekarang rata-rata hanya 6 kg.
Di saat harga daging sapi meroket, harga daging ayam justru mulai menurun meski tak signifikan.
Pantauan di pasar yang sama, harga daging ayam turun dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 37 ribu per kg.
Sementara harga cabai rawit masih "pedas".
Para pedagang di Pasar Banyuwangi menjual cabai rawit antara Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kg.
"Sudah turun. Beberapa hari kemarin sempat Rp 140 ribu per kg," kata Amania, pedagang bahan dapur.
| Jelang Muktamar NU, Gus Hans Soroti Pemimpin Berintegritas: Menentukan Arah Nahdlatul Ulama |
|
|---|
| Polda Jatim Temukan Tujuh Senjata Api Tak Layak Pakai di Polres Bondowoso |
|
|---|
| Peredaaran Ratusan Ribu Pil LL di Brondong Lamongan Digagalkan Polisi, Dua Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| Punya Cita Rasa Khas, Kopi Makju yang Legendaris sampai Dibawa Jemaah Haji Asal Gresik ke Tanah Suci |
|
|---|
| Guru SDN Hukum Siswa Makan Tanah Lumpur karena Tak Mau Berhenti Main Bola, Wali Murid Ngamuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ilustrasi-cabai-ilustrasi-harga-bahan-pokok-ilustrasi-bahan-pokok.jpg)