Urai Kemacetan di Ketapang, ASDP Pisah Operasional Dermaga Kendaraan Penumpang dan Logistik

Pantauan lalu lintas melalui peta digital Google Maps sekitar pukul 14.30 WIB, ekor kemacatan mencapai sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
MACET KETAPANG - Kemacatan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Kamis (3/4/2026). ASDP menyiapkan beberapa skema untuk mengurai Kemacatan. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang masih mencapai sekitar 7 km. 
  • ASDP menerapkan skema pemisahan dermaga dan optimalisasi buffer zone. 
  • Pergerakan penumpang tembus 761 ribu selama periode H-10 hingga H+10.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, masih terjadi hingga Jumat (3/4/2026), dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 7 kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Meski secara keseluruhan tak separah beberapa hari sebelumnya saat ekor Kemacatan sempat mencapai 15 kilometer (km), ASDP Indonesia Ferry menjalankan beberapa strategi sebagai upaya penguraian.

Pantauan lalu lintas melalui peta digital Google Maps sekitar pukul 14.30 WIB, ekor kemacatan mencapai sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan. 

Meski demikian, tak seluruh jalan pada jalur tersebut mengalami macet. Beberapa titik terlihat lenggang.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan, penanganan terintegrasi dikedepankan untuk menjaga kelancaran lintas Ketapang–Gilimanuk.

Baca juga: 4 Hari Macet Parah di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir dan Penumpang Menjerit

Strategi Terintegrasi ASDP

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Saat ini, ASDP bersama seluruh stakeholder terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujarnya, Jumat.

Dari dalam pelabuhan, percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur.

Baca juga: Kemacetan Panjang di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sopir Logistik Keluhkan Kerugian

Dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang (roda dua, roda empat, dan bus). Sementara Dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.

Skema ini disebut akan efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien.

Pemisahan Dermaga untuk Percepat Layanan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan, optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung.

“Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat turn around time kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” ujarnya.

Di sisi eksternal, pengaturan lalu lintas diperkuat melalui koordinasi intensif bersama aparat berwenang.

Pihaknya menyebut, dukungan Mabes TNI dengan pengerahan 365 personel lintas matra menjadi elemen penting dalam menjaga kelancaran distribusi kendaraan menuju pelabuhan.

"Kami mengapresiasi dukungan TNI yang turut mempercepat penguraian antrean dan menjaga ketertiban arus kendaraan,” terangnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved