Banyuwangi Intensifkan Vaksinasi PMK ke Sapi-sapi Jelang Iduladha 2026

Data Dinas Pertanian dan Pangan menyatakan, sebanyak 19.000 ekor sapi telah divaksin PMK hingga April 2026.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
SAPI - Sapi-sapi di salah satu kandang milik warga di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi intensif menggelar vaksinasi PMK jelang Iduladha. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi gencar memvaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk puluhan ribu populasi sapi.

Hal itu dilakukan untuk memastikan sapi-sapi dalam keadaan sehat saat Iduladha.

Baca juga: Raup Rp1,5 Miliar Jual Beli SK ASN Palsu, Tersangka Ditangkap Polres Gresik di Kalimantan Tengah

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Nanang Sugiarto mengatakan, sebanyak 17.000 dosis vaksin PMK telah disuntikan ke sapi-sapi sejak Februari.

"Jumlah tersebut ditambah dengan 10 ribu dosis vaksin PMK untuk memperluas cakupan di berbagai wilayah," kata Nanang, Selasa (28/4/2026).

Hingga April, data Dinas Pertanian dan Pangan menyatakan, sebanyak 19.000 ekor sapi telah divaksin PMK.

Proses vaksinasi masih berlanjut hingga dosis yang tersedia habis hingga Mei.

Selain vaksinasi, dinas juga mengawasi lalu lintas ternak.

Pengawasan ini utamanya dilakukan untuk sapi dari luar daerah yang datang menuju Banyuwangi.

Baik sapi dari luar kota maupun luar provinsi.

"Pengawasan lalu lintas ternak dilakukan melalui sistem pelaporan dan pengawasan, bisa secara langsung maupun melalui aplikasi yang tersedia," ujarnya.

Dalam pelaporan tersebut, sapi yang keluar atau masuk ke Banyuwangi diwajinkan berstatus telah tervaksin PMK.

Ini merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar sapi bisa dikirim keluar Banyuwangi maupun masuk ke Banyuwangi.

Selain itu, dinas juga akan meningkatkan pemeriksaan menjelang Iduladha.

Pemeriksaan lanjutan akan dilaksanakan pada sebulan dan dua pekan sebelum Iduladha.

"Pada H-30, kami akan bergerak ke pasar-pasar hewan dan kandang-kandang penyuplai."

"Selain melihat kondisi sapi, kami juga akan memeriksa apakah sapi sudah divaksin PMK atau belum. Jika belum, kami akan lakukan vaksinasi," kata Nanang.

Sementara pada H-14, petugas kesehatan hewan akan menggelar pemeriksaan lebih lanjut.

Sasarannya adalah kandang-kandang di pinggir jalan maupun lokasi penjualan ternak sejenis.

"Harapan kami, dengan skema penanganan yang sudah kami siapkan, pelaksanaan Iduladha di Banyuwangi bisa berjalan baik. Hewan kurban juga aman dikonsumsi," sambung dia.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved