Kemenag Bojonegoro Respons Kondisi MI Silahul Muslimin Koripan yang Memprihatinkan
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro akhirnya angkat bicara terkait kondisi bangunan MI Silahul Muslimin
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Kemenag Bojonegoro akan mengajukan bantuan sarana dan prasarana untuk MI Silahul Muslimin melalui aplikasi EMIS, namun realisasinya bergantung pada keputusan Kemenag Pusat.
- MI Silahul Muslimin didirikan karena warga kesulitan mengakses sekolah terdekat akibat jalan yang rusak, terjal, dan sering terputus saat musim hujan
- Sekolah sebenarnya memiliki gedung kelas dan kantor yang layak, tetapi bangunannya terpisah dari lokasi yang saat ini digunakan
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Network Misbahul Munir
TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro akhirnya angkat bicara terkait kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Silahul Muslimin di Dusun Koripan, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, yang dinilai memprihatinkan.
Kemenag menyebut bakal mengupayakan bantuan sarana dan prasarana pendidikan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bojonegoro, Sholihul Hadi mengatakan, pihaknya akan mengajukan usulan bantuan melalui sistem aplikasi EMIS (Education Management Information System). Namun, keputusan persetujuan tetap berada di tangan Kemenag Pusat.
"Usulan bantuan sarana prasarana akan kami ajukan ke Kemenag Pusat melalui EMIS. Tetapi untuk terealisasi atau tidak, semuanya tergantung keputusan pusat," ujar Hadi, Jumat (28/11/2025).
Sholihul menjelaskan, MI Silahul Muslimin berada di bawah naungan Yayasan Subulul Huda di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo.
Ia membenarkan bahwa pendirian sekolah tersebut berawal dari kebutuhan masyarakat yang kesulitan mengakses lembaga pendidikan terdekat akibat kondisi jalan yang terjal, becek, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
"Awalnya di sana hanya ada Madrasah Diniyah. Karena akses jalan sulit dan jauh ke sekolah terdekat, warga ingin ada lembaga RA lalu berkembang menjadi MI," jelasnya.
Terkait fasilitas, Sholihul menyebut sebenarnya MI Silahul Muslimin sudah memiliki gedung kelas dan kantor yang layak. Namun bangunan tersebut berada di lokasi berbeda dan belum digunakan secara maksimal.
"Sebenarnya MI itu sudah punya sarpras yang layak. Ada satu gedung kelas dan satu gedung kantor, tetapi lokasinya tidak satu tempat dengan bangunan yang saat ini dipakai," tegasnya.
Baca juga: Jembatan Penghubung Bojonegoro-Lamongan Ambruk Tergerus Luapan Air Sungai Semar Mendem
Kemenag berharap pengajuan bantuan nantinya dapat dikabulkan, agar proses belajar mengajar berjalan optimal dan akses pendidikan di daerah pelosok Bojonegoro bisa setara dengan wilayah lain.
Sementara itu, Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Silahul Muslimin, Imam mengungkapkan pembangunan sekolah itu di inisiasi dan dibangun secara swadaya masyarakat setempat.
Alasannya, kata Imam, akses pendidikan yang jauh ditambah kondisi infrastruktur jalan yang rusak parak, terjal bercampur tanah ditambah ada sungai tanpa jembatan penghubung menjadikan masyarakat di dusun Koripan kerap terisolir.
| MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 2 2026 Lahirkan Juara Baru Sepak Bola Putri |
|
|---|
| Buron 2 Tahun, Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Bondowoso Akhirnya Diringkus di Jember |
|
|---|
| Dibangun Sejak 1880-an, Jembatan Garuda Perintis Sukowiryo Bondowoso Kini Diperbaiki TNI |
|
|---|
| Lantik 23 Pengurus PAC, PDIP Bondowoso Targetkan 8 Kursi dan Rebut Kursi Eksekutif di Pemilu 2029 |
|
|---|
| MLSC Surabaya Seri 2: SDN Manukan Kulon II/499 B Tampil Menggila, Juara Seri 1 Gugur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kemenag-Bojonegoro-Respons-Kondisi-MI-Silahul-Muslimin-Koripan-Upayakan-Bantuan-Sarpras.jpg)