FKH Unair Edukasi Peternak Bojonegoro Manfaatkan Herbal untuk Kesehatan Ternak

Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menggelar edukasi pemanfaatan tanaman herbal bagi peternak di Kabupaten Bojonegoro.

Tayang:
Editor: Samsul Arifin
Istimewa
PENGABDIAN MASYARAKAT - Tim Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Universitas Airlangga (Unair) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi peternak di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang digelar di Balai Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Senin (4/5/2026) dan Selasa (5/5/2026) 

Ringkasan Berita:
  • FKH Unair mengedukasi peternak memanfaatkan tanaman herbal untuk pengobatan ternak.
  • Herbal dinilai lebih aman dibanding obat kimia yang berisiko bagi kesehatan manusia.
  • Peternak juga dilatih mengolah produk turunan seperti abon ayam.

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menggelar edukasi pemanfaatan tanaman herbal bagi peternak di Kabupaten Bojonegoro. 

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Senin (4/5/2026) dan Selasa (5/5/2026) itu diikuti puluhan Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di desa binaan FKH Unair itu. 

Salah satu kegiatan adalah edukasi tentang pemanfaatan tanaman herbal untuk pengobatan pada ternak. 

Kegiatan ini digagas Prof. Dr. drh. Mochamad Lazuardi, M.Si, Prof. Dr. drh. Lilik Maslachah, M.Kes, Dr. drh. Rahmi Sugihartuti, M.Kes, Dr. drh. M. Gandul Atik Yuliani, M.Kes dan Dr. drh. Ratna Damayanti, M.Kes.

Prof Lazuardi selalu Ketua Tim dan pembicara utama mengatakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesehatan ternak yang kini semakin berkembang. Saat ini dengan memanfaatkan potensi tanaman herbal yang mudah ditemukan di sekitar  lingkungan. 

Baca juga: Jelang Idul Adha, FKH UB Sebar 916 Mahasiswa dan 65 Dosen untuk Pemeriksaan Hewan Kurban di Jatim

Beragam Tanaman Herbal Mudah Ditemukan

Dikatakannya, selama ini banyak peternak yang menggunakan obat kimia untuk mengobati penyakit pada hewan piaraannya. Obat kimia ini selain harganya semakin mahal juga mengandung bahan aktif yang sangat berbahaya. 

"Obat kimia itu kan sintetik ya, bisa meleleh kalau dipanaskan di atas 120 derajad Celcius. Itupun kandungannya masih belum hilang. Sangat bahaya kalau nantinya hewan itu dikonsumsi manusia. Setiap bagian mengandung bahan kimia itu, dagingnya, susunya, telornya dan semua bagian dari hewan itu sangat berbahaya ketika dikonsumsi. Kalau hewan yang sudah mengandung obat kimia berbahaya, jika dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus akan menyebabkan kanker," katanya di sela kegiatan pengmas. 

Disinyalir peternak di daerah masih menggunakan obat kimia ini untuk mengobati penyakit ternaknya. "Karenanya perlu edukasi seperti ini agar peternak paham," ungkapnya. 

Tetap Perlu Kehati-hatian

Dalam pemaparannya, Prof Lazuardi menjelaskan hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari daun, batang, bunga, hingga akar. Daun menjadi bagian yang paling sering digunakan karena mudah diolah dan mengandung banyak zat bermanfaat. 

"Namun, pemilihan daun tidak boleh sembarangan. Daun yang digunakan sebaiknya sudah matang, tidak terlalu muda, dan dalam kondisi segar agar kandungan zat aktifnya optimal," ungkapnya. 

Beberapa tanaman yang umum digunakan di antaranya adalah daun pepaya yang
membantu mengatasi cacingan dan gangguan pencernaan, daun jambu biji untuk mengatasi diare, serta daun sirih yang dikenal ampuh sebagai antiseptik untuk luka dan infeksi. 

Selain itu, tanaman seperti temulawak dan jahe juga banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan nafsu makan dan menjaga kesehatan pencernaan ternak. 

Tidak hanya daun, bagian bunga seperti rosella dan chamomile juga memiliki manfaat penting. Rosella dikenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh, sementara chamomile dapat membantu menenangkan sistem pencernaan dan mengurangi stres pada hewan. 

Bagian akar seperti kunyit dan jahe juga berperan penting sebagai antiinflamasi alami dan penunjang kesehatan organ dalam ternak. 

Dalam praktiknya, tanaman herbal ini diolah dengan cara sederhana yang bisa dilakukan oleh peternak di rumah. Salah satu metode yang diajarkan adalah perebusan atau penyeduhan (infus). 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved