Dari Abad ke-14, Kolam Wudu Kuno Peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik Masih Berfungsi

Kolam wudu ini merupakan peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang hingga kini masih dimanfaatkan para jemaah.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Willy Abraham
KOLAM WUDHU KUNO - Kondisi kolam wudu peninggalan Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026). 

Selain digunakan untuk berwudu, air dari kolam tersebut juga dipercaya sebagian jamaah membawa berkah.

Tak sedikit pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk mengambil air kolam.

Sebagian jemaah bahkan datang dengan membawa botol atau jeriken untuk menampung air kolam tersebut.

Ia menyebut, banyak jemaah dari luar daerah Kabupaten Gresik datang dengan membawa jurigen atau botol guna mengambil air untuk pengobatan.

Jemaah menilai, air kolam peninggalan Syekh Maulana Malik Ibrahim membawa berkah hingga menyembuhkan penyakit.

"Airnya banyak juga dimanafaatkan untuk minum. Warga datang tidak hanya daerah sekitar, mulai Jember, Madura, Tasikmalaya, Jakarta, Aceh, hingga Malaysia," jelasnya.

Mushollin menjelaskan, kolam kuno tersebut dibangun bersamaan dengan berdirinya masjid pada awal abad ke-14.

Yakni ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke Gresik untuk menyebarkan agama Islam.

Setelah berlabuh di Pelabuhan Leran, Syekh Maulana Malik Ibrahim kemudian mendirikan masjid yang hingga kini masih berdiri di Desa Leran lengkap dengan kolam wudu peninggalannya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved