Berita Gresik
Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H di Gresik Berlangsung Damai, Wakil Ketua DPRD: Jadi Contoh
Perayaan hari raya Nyepi 2026 dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang sudah berlangsung rukun dan damai di wilayah Kabupaten Gresik
Ringkasan Berita:
- Perayaan Hari Raya Nyepi 2026 dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berlangsung bersamaan di Gresik menjadi simbol kuat kerukunan dan toleransi antarumat beragama.
- Masyarakat di Kecamatan Menganti (Desa Laban, Pengalangan, dan Beton) menunjukkan toleransi tinggi melalui kegiatan seperti pawai ogoh-ogoh dan takbir, serta hidup berdampingan dalam keberagaman.
Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Perayaan hari raya Nyepi 2026 dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang sudah berlangsung rukun dan damai di wilayah Kabupaten Gresik, menjadi perhatian khusus Wakil DPRD Kabupaten Gresik Mujid Ridwan.
Sebab, menjadi simbol perdamaian dan kerukunan di masyarakat yang harus terus dilestarikan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Mujid Ridwan, mengatakan, perayaan hari raya dua keagamaan yang hampir bersamaan baru terjadi pada tahun 2026. Sehingga, patut menjadi perhatian bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat.
"Baru kali ini, saya bisa menyaksikan hari raya Nyepi Tahun 2026 berbarengan dengan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026. Di sana terlihat masyarakat saling merayakan, baik perayaan Nyepi dengan Pawai Ogoh-ogoh dan idul Fitri dengan Pawai takbir keliling, sehingga kegiatan ini patut menjadi perhatian kita untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan antar umat beragama," kata Mujid Ridwan, yang juga mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi di Desa Balun Lamongan Jadi Magnet Wisata dari Berbagai Penjuru
Lebih lanjut Mujid Ridwan yang menambah, di Kecamatan Menganti, ada beberapa Desa yang merayakan Hari Raya Nyepi, diantaranya Desa Laban, Desa Pengalangan dan Desa Beton. Sebab, banyak warga yang beragama Hindu.
"Dengan adanya hari Raya Nyepi berbarengan hari raya Idul Fitri, menunjukkan kerukunan antar umat beragama. Dan keberagaman Indonesia bhineka tunggal Ika yang membuktikan adanya NKRI. Maka kami mengharapkan, masyarakat untuk saling menghormati antar pemeluk agama masing-masing yang kebetulan hari rayanya berbarengan," katanya.
Dengan adanya pawai ogoh-ogoh, di Kecamatan Menganti, Desa Laban dan Beton dan Pengalangan menjadi tradisi dan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.
Selain itu, juga bisa menumbuhkan UMKM dari masyarakat, sehingga perputaran ekonomi terus tumbuh dari Desa.
"Kami menghormati kerukunan umat beragama untuk saling menghormati. dan Desa Laban sebagai Desa Pancasila menjadi simbol kerukunan. Ada Hindu, Kristen, Islam aliran Kejawen dan Katolik. Keberagaman ini bisa diterima di Kabupaten Gresik khususnya di Kecamatan Menganti ada Di Desa Beton, Laban dan Pengalangan," kata Mujid Ridwan yang juga warga Kecamatan Menganti.
Sementara Kepala Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik, Ahyar Abdul Mutholib mengatakan, bangga atas kerukunan yang tercipta di masyarakat dengan berbagai keyakinan beragama.
"Alhamdulillah, saya sebagai Kepala Desa Penggalangan merasa sangat bangga terhadap warga. Dimana di Desa Penggalangan ini terdapat dua pemeluk agama yang hidup berdampingan dan sangat rukun. Toleransinya sangat tinggi. Dari jumlah penduduk Desa Penggalangan terdapat pemeluk agama Hindu," kata Ahyar Abdul Mutholib.
Menurut Ahyar Abdul Mutholib, pada tahun 2026, hari raya Umat Hindu yaitu Nyepi tahun baru saka 1948 dan Umat Islam melaksanakan Idul Fitri, 1447 H.
"Di sinilah pembuktian bahwa Umat Hindu dan Umat Islam diuji. Kami telah mengundang tokoh Agama, baik Islam dan Hindu, takmir Masjid, Ketua RT, Ketua RW, Pemuda Hindu, Ketua Remaja Masjid, LPMD dan tidak ketinggalan pula Ketua dan Anggota BPD. Sehingga, semua sepakat merayakan hari raya masing-masing agama dengan damai," katanya.
Sementara Dila Via Ramayanti, (21) panitia Perayaan Nyepi, Pura Kerta Bumi, Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik mengatakan, generasi muda diharapkan dapat memperkuat rasa toleransi, menjaga keharmonisan, serta menjadikan Nyepi sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
"Seperti temanya Nyepi tahun ini. Vasudaivam Kutumbakam : Satu Bumi, Satu Keluarga. Jadi, kita harus saling menjaga kerukunan," kata Dila Via Ramayanti.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
| PKB Gresik Buka Kantornya untuk Warga, Setiap Hari Jumat Masyarakat Bisa Curhat dan Wadul |
|
|---|
| Cara Pemkab Gresik Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku Jelang Idul Adha, Masifkan Vaksinasi |
|
|---|
| Polres Gresik Ciduk Truk yang Langgar Jam Operasional, Jadi Biang Kerok Kemacetan dan Kecelakaan |
|
|---|
| Tembus Peringkat Enam Besar Nasional, Pemkab Gresik Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026 |
|
|---|
| Minyak Goreng Subsidi di Pasar Baru Gresik Langka, Buntut Panjang dari Telatnya Pengiriman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/OGOH-OGOH-Kegiatan-perayaan-Nyepi-di-Desa-Pengalangan-Kecamatan-Menganti.jpg)