Berita Gresik

Minyak Goreng Subsidi di Pasar Baru Gresik Langka, Buntut Panjang dari Telatnya Pengiriman 

Minyak goreng subsidi Minyak Kita di Pasar Baru Gresik langka, akibatnya harga minyak goreng curah non subsidi ikut naik.

Penulis: Sugiyono | Editor: Januar
Tribun Jatim Network/Sugiyono
MINYAK GORENG - Kelangkaan minyak goreng subsidi minyak kita yang langka akibat terlambat pengiriman, Minggu, (26/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyak Kita di Pasar Baru Gresik terjadi karena pasokan dari distributor terhenti selama sekitar sepekan.
  • Dampaknya, harga minyak goreng non-subsidi naik dan ikut langka, termasuk minyak curah dan premium, yang mengalami kenaikan harga signifikan.
  • Kondisi ini merugikan pedagang karena kehilangan pelanggan dan memicu kenaikan harga produk lain seperti kerupuk akibat biaya produksi yang meningkat

 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Minyak goreng subsidi Minyak Kita di Pasar Baru Gresik langka, akibatnya harga minyak goreng curah non subsidi ikut naik.

Harapannya, pengiriman dari distributor kembali dikirim. 

Kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut sangat berdampak pada para pedagang di Pasar Baru Gresik. Salah satunya hilangnya pendapatan dan pelanggan yang kecewa. 

"Sudah sepekan ini minyak goreng subsidi minyak kita tidak dikirim dari distributor, sehingga minyak kita kembalikan langka," kata Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi, Minggu, (26/4/2026). 

Lebih lanjut Edy berharap, distributor minyak goreng subsidi minyak kita kembali dikirim kembali, sebab pengiriman terkahir pada awal pekan sebanyak 250 dos.

Sebab, minyak goreng menjadi kebutuhan sehari-hari untuk memasak. 

Baca juga: Harga Minyak Goreng Kemasan di Kota Blitar Naik 5 Persen, Stok Minyakita Kosong dari Ramadan

Menurut Edy, dari kelangkaan minyak goreng subsidi ini akan berdampak pada kenaikan minyak goreng non subsidi. "Sekarang minyak goreng curah naik dari Rp 27.000 per 1,5 liter naik menjadi Rp 30.000," imbuhnya. 

Selain minyak curah yang naik harganya, Edy mengatakan, minyak goreng non subsidi jenis premium juga langka. Sehingga, dikawatirkan akan mengakibatkan harga minyak goreng naik. 

"Minyak goreng jenis premium di Pasar Baru Gresik juga langka. Kita kawatir akan mengakibatkan kenaikan. Sebab,  minyak goreng menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk memasak," katanya.

Dari kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut, 

"Harga minyak goreng  sebelum lebaran jenis minyak goreng premium  satu liter harganya berkisar Rp 19.500. Tetapi, sekarang harga di kisaran Rp 22.500 itupun barangnya sangat sulit di dapat. Dan minyak goreng curah sekitar Rp 23.000 perkilo gramnya," kata Edy Chumaidi. 

Dari kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut, akibatnya berdampak pada kenaikan harga kerupuk cemilan. "Bagaimana tidak naik, harga plastik sudah naik kemudian minyak goreng sudah langka," kata seorang pedagang kerupuk cemilan yang enggan menyebutkan namanya Saadi di Pasar Gresik.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved