Program MBG di Gresik Berangsur Normal, Status Suspend 4 SPPG Sudah Dicabut

Delapan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gresik sempat disuspend oleh Badan Gizi Nasional karena fasilitas IPAL belum memenuhi standar.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunJatim.com
MBG - Ilustrasi MBG. Sebanyak delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik sempat disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penyebabnya, karena fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) belum memenuhi standar yang ditetapkan, Jumat, (5/6/2026). 

Meski sebagian dapur telah kembali beroperasi, masih ada empat SPPG yang menunggu proses verifikasi dan evaluasi ulang dari BGN.

Keempat dapur tersebut yakni SPPG Gresik Manyar Suci 2, SPPG Gresik Gending 3, SPPG Gresik Menganti Domas 1, dan SPPG Gresik Menganti Sidojangkung 1.

Menurut Syahrir, seluruh pengelola telah melakukan perbaikan serta melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Saat ini mereka hanya tinggal menunggu hasil pengecekan akhir sebelum izin operasional kembali diterbitkan.

BGN Minta Pengelola Aktif Berkoordinasi

Syahrir berharap seluruh SPPG di Kabupaten Gresik dapat segera dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang representatif sesuai petunjuk teknis program MBG.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara kepala SPPG dan mitra penyedia sangat diperlukan agar setiap kekurangan fasilitas dapat segera ditindaklanjuti.

“Apabila dalam evaluasi ditemukan kekurangan fasilitas, Kepala SPPG harus segera berkomunikasi agar kebutuhan tersebut bisa segera dipenuhi. Program strategis ini membutuhkan komitmen bersama antara pengelola dan mitra penyedia untuk memastikan kualitas layanan gizi tetap terjaga,” jelasnya.

DPRD Gresik: Suspend Bukan Karena Pelayanan

Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchammad Zaifuddin, menegaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur MBG bukan disebabkan oleh persoalan pelayanan kepada penerima manfaat.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam petunjuk teknis program.

“Perbaikan yang dilakukan bersifat mayor, salah satunya terkait IPAL. Delapan SPPG yang sempat di-suspend tersebar di beberapa kecamatan seperti Kebomas, Manyar, Driyorejo, dan Menganti,” kata Zaifuddin.

Ia mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional yang harus dijalankan secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan.

“Program ini adalah program prioritas Presiden. Kami berharap seluruh dapur SPPG memperhatikan setiap ketentuan teknis sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat. Saat ini empat dapur sudah dicabut suspend-nya, sedangkan empat lainnya tinggal menunggu hasil evaluasi karena seluruh berkas dan perbaikan sudah dilengkapi,” bebernya.

372 SPPG di Jatim Dihentikan Sementara

Sementara itu, Sebanyak 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kebijakan ini dilakukan karena sejumlah unit belum memenuhi standar sanitasi, khususnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengonfirmasi adanya penghentian sementara tersebut dan menegaskan langkah itu merupakan bentuk penegakan aturan untuk memastikan kualitas layanan MBG.

“Jadi memang BGN Ingin tegas untuk SPPG yang belum memenuhi ditenggat waktu pengurusan SLHS ya memang harus distop sementara,” tegas Emil yang juga Ketua Satgas MBG Jatim ini, Senin (1/6/2026).

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved