Musim Hujan Datang, Warga Tulungagung Diminta Waspadai Serangan DBD
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung mulai meningkatkan kewaspadaan pada serangan demam berdarah dengue (DPD).
Penulis: David Yohanes | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/David Yohanes
MEWASPADAI SERANGAN - Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, mengaku mewaspadai peningkatan serangan demam berdarah dengue (DBD) di awal musim hujan. Selama tahun 2025 ini sudah ada 5 pasien DBD meninggal dunia
Dada Dinkes Tulungagung, tahun 2023 ada 206 kasus serangan DBD, 3 di antaranya meninggal dunia.
Kasus meningkat di tahun 2024, sebanyak 1.440 kasus terdiri dari DBD dan dengue shock syndrome (DSS), atau komplikasi parah infeksi virus dengue.
Dari jumlah itu, 17 orang pasien meninggal dunia.
Sedangkan tahun 2025 ini ada 420 kasus DBD dan DSS, 5 orang di antaranya meninggal dunia.
Tingginya kasus ini tidak lepas dari kemarau basah, atau masih turun hujan saat kemarau.
Kasus menonjol terjadi pada Januari 2025, dengan 144 kasus dengan 3 pasien meninggal dunia.
Februari 2025 ada 100 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia.
Juni 2025 ada 23 kasus, 1 pasien meninggal dunia.
Baca Juga
| Bupati Tulungagung Terjerat OTT KPK, Pemprov Jatim Buka Suara: Kami Turut Prihatin |
|
|---|
| Nodai Anak Tetangganya, Pria di Tulungagung Malah Pernah Laporkan Ayah Korban |
|
|---|
| 96 Kasus DBD Ditemukan di Lamongan Sepanjang Tahun 2026, Dinkes Perkuat Pencegahan Lewat 3 M |
|
|---|
| Kronologi Balon Udara Bawa Petasan Turun dan Meledak di Rumah Warga Tanggulwelahan Tulungagung |
|
|---|
| 4 Jenis Vaksin untuk Jamaah Haji Tulungagung, Tambah Polio Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Musim-Hujan-Tiba-Warga-Tulungagung-diminta-waspadai-DBD.jpg)