Bupati Subandi Geram, Kembali Temukan Proyek Lambat di Sidoarjo, Alasannya Cuaca

Bupati yang turun langsung melakukan sidak ke sana mengetahui bahwa proyek betonisasi di Bringinbendo mengelami deviasi sekira 22 persen

Penulis: M Taufik | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/M Taufik
SIDAK – Bupati Sidoarjo Subandi saat melakukan sidak ke sejumlah proyek fisik di kawasan Taman, Sidoarjo, Minggu (14/12/2025). Dari sidak itu, bupati menemukan beberapa proyek berjalan lambat. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Subandi temukan keterlambatan proyek jalan beton Bringinbendo 22 persen dan jembatan Trosobo 20 persen.
  • Kontraktor menyebut faktor cuaca hujan jadi penyebab utama keterlambatan.
  • Pemkab Sidoarjo akan lakukan evaluasi besar terhadap proyek fisik 2025 untuk perbaikan ke depan.

Laporan Wartwan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJOBupati Sidoarjo Subandi temukan kembali proyek yang berjalan lambat. 

Sejumlah proyek pembangunan di Sidoarjo berjalan lambat. 

Setelah sebelumnya geger terkait keterlambatan proyek pengerjaan Alun-alun, RSUD Sedati, dan area parkir RSUD Sidoarjo, kali ini Bupati Sidoarjo Subandi menemukan dua proyek fisik di kawasan Kecamatan Taman yang juga berjalan lambat dan berpotensi molor.

Yakni proyek pembangunan jalan beton di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, dan pembangunan jembatan crossing saluran air yang berada di Desa Trosobo, Keccamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.

Bupati yang turun langsung melakukan sidak ke sana mengetahui bahwa proyek betonisasi di Bringinbendo mengelami deviasi sekira 22 persen. 

Baca juga: Dewan Soroti Pengelolaan Parkir di Sidoarjo yang Amburadul, Nilai Dishub Tak Bisa bekerja

Proyek yang Terlambat

Dengan sisa waktu pengerjaan yang tinggal 13 hari lagi, penyelesaian proyek itupun dirasa bakal molor dari waktu yang telah ditentukan.

Demikian halnya proyek pembangunan jembatan crossing saluran air di Desa Trosobo. Bupati Subandi juga menemukan keterlambatan yang cukup siginifikan. Proyek itu mengalami deviasi sekira 20 persen. Dengan sisa waktu pengerjaan kurang dari tujuh hari, proyek ini juga berpotensi molor.

Alasan Keterlambatan

Saat ditanya bupati, pihak yang mengerjakan dua proyek itu mengaku keterlambatan terjadi karena faktor cuaca. Seringnya hujan turun disebut-sebut berpengaruh besar terhadap proses pelaksanaan pekerjaan.

Setelah melihat dua proyek itu, Bupati Subandi mengaku sangat menyayangkannya. Karena keterlambatan proyek bukan hanya berdampak pada kontraktor yang harus membayar denda sesuai dengan lamanya perpanjangan. 

Baca juga: Angin Kencang Terjang Kecamatan Prambon Sidoarjo, Puluhan Rumah Dilaporkan Rusak

Tapi masyarakat juga dirugikan karena fasilitas publik yang seharusnya sudah bisa dinikmati, menjadi telat.

“Kalau proyek tidak tepat waktu, banyak yang dirugikan. Bukan hanya persoalan denda, tapi masyarakat juga dirugikan. Makanya kita berharap semua selesai tepat waktu, sebagaimana jadwal yang telah ada,” tandasnya.

Evaluasi Besar-Besaran

Menurut Subandi, ketepatan waktu pengerjaan sangat penting agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar proyek. 

Dengan selesainya pembangunan tepat waktu, roda perekonomian warga dapat terus berjalan tanpa hambatan.

Terkait banyaknya keterlambatan proyek fisik yang berjalan di tahun 2025 ini, Bupati Subandi menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan evaluasi besar terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved