Pro Kontra Pilkada Lewat DPRD, Golkar Tanggapi Santai Penolakan Parpol Lain
Sebagai parpol yang mendukung wacana ini, Golkar tak mempersoalkan penolakan yang digulirkan oleh partai lain
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
“Hati-hati. Kita sudah maju, tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang,” kata Said, Selasa (23/12/2025).
Jika dilihat dalam sejarah demokrasi di tanah air, kepala daerah memang pernah dipilih oleh DPRD. Pilkada secara langsung baru digelar mulai 2005. Said mengatakan, wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD yang saat ini terus bergulir harus dipikirkan secara komprehensif.
“Sesungguhnya kita mau maju demokrasi kita, apa kita akan balik ke demokrasi prosedural atau demokrasi yang substantif?,” ucap politisi senior PDIP.
Said yang juga Ketua Banggar DPR RI ini menegaskan kajian mendalam perlu terus dilakukan termasuk mengenai apakah biaya politik bisa berkurang dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD. Said pun sangsi mengenai hal ini.
“Saya minta hati-hati kaji secara mendalam plus minusnya. Jangan ada istilah bahwa kalau demokrasi yang sudah kita jalankan dalam pilkada langsung itu high cost. Apakah lewat DPRD juga tidak high cost, pertanyaannya. Jangan-jangan lewat DPRD sama saja,” ujarnya.
Ketimbang memperdebatkan biaya politik semacam ini, Said lebih berharap agar seluruh parpol melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari praktik politik uang.
“Melakukan edukasi terhadap para pemilih, terhadap masyarakat bahwa politik uang itu ternyata buruk bagi kehidupan kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebelumnya terang-terangan mendukung wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD. Evaluasi terhadap sistem Pilkada dinilai penting dilakukan diantaranya lantaran biaya politik Pilkada langsung yang semakin tinggi.
Dukungan terhadap wacana ini sebelumnya disampaikan disela pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jatim yang berlangsung di Surabaya, Jumat (19/12/2025). Secara terang-terangan, Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar menyatakan dukungan.
Mulanya, Gus Halim mengatakan bahwa Muswil menjadi momentum untuk konsolidasi sekaligus menetapkan target Pemilu mendatang. PKB sebagai partai pemenang di DPRD Jatim hasil Pemilu 2024, menargetkan bisa sukses kembali termasuk bisa memenangkan pemilihan gubernur Jatim.
“Para ketua partai di Jawa Timur hampir sepakat untuk Gubernur dipilih oleh DPRD,” ujar Gus Halim yang sejurus kemudian disambut riuh tepuk tangan kader PKB baik DPW maupun DPC hingga pengurus DPP yang hadir di lokasi.
Sembari berseloroh, Gus Halim mengatakan mayoritas pimpinan parpol mengeluh sulitnya faktor komunikasi dengan gubernur. “Oleh karena itu, kami mendukung usulan agar Gubernur dipilih oleh DPRD,” ungkap Gus Halim.
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menyatakan dukungan terhadap wacana gubernur dipilih oleh DPRD. Cak Imin mengaku sudah pernah menyampaikan usulan ini kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dengan Pilkada langsung, Cak Imin menilai biaya politik menjadi semakin tinggi. “Itu baru omong-omong, soal terbukti tidaknya tergantung revisi paket undang-undang politik,” ungkap Cak Imin.
Menurut Cak Imin, hampir semua parpol menyadari Pilkada langsung tidak produktif. “Itu perlu kita evaluasi,” ungkap Cak Imin yang juga Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM).
—-
| Temukan Sapi Terjangkit LSD di Pasar Hewan Sidomoro Blitar, DKPP Minta Pedagang Bawa Pulang |
|
|---|
| Pejabat Bakesbangpol Kantongi Rp 15 Juta dari Tawarkan Proyek Fiktif Pembagian Nasi Kotak Kartar |
|
|---|
| Pelajar SMA Jombang Pamerkan Karya Budaya Nusantara, Manfaatkan Hasil Kebun untuk Sajian Kuliner |
|
|---|
| Ketagihan Judi Online, Warga Banyuwangi Curi Motor Jelang Subuh |
|
|---|
| Hendak ke Kebun, Warga Banyuwangi Kaget Bukan Main karena Temukan Granat Tangan, Tim Gegana Gercep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Ketua-DPD-Partai-Golkar-Jatim-Ali-Mufthi-soal-pemilihan-kepala-daerah.jpg)