Tradisi dan Budaya di Jatim

Tradisi Rontek Gugah Sahur Pacitan Bangunkan Warga, Meriahkan Ramadan hingga Dongkrak Ekonomi

Rontek Gugah Sahur Pacitan hadir tiap Ramadan. Irama musik bambu meriah membuat warga antusias menontonnya.

Tayang:
Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum
RONTEK GUGAH SAHUR - Ratusan warga Pacitan berjalan kaki menyusuri jalan sembari membunyikan alat musik yang terbuat dari bambu, dengan tujuan membangunkan warga untuk sahur. Rontek Gugah Sahur adalah tradisi memainkan rontek selama Ramadan sebagai penanda waktu sahur bagi warga, Selasa (24/2/2026). Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Melihat Uniknya Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan Saat Bulan Ramadhan, 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Rontek Gugah Sahur di Pacitan gunakan kentongan bambu dan gamelan untuk membangunkan warga sahur setiap Ramadan.
  • Antusiasme tinggi warga membuat tradisi ini meriah sekaligus menggerakkan ekonomi kecil di sekitar lokasi.
  • Pengamanan ekstra dari aparat diterapkan agar peserta tidak bentrok serta menjaga tradisi untuk tetap aman dan tertib.

 

TRIBUNJATIM.COM - Setiap bulan Ramadan, Kabupaten Pacitan memiliki tradisi khas yang selalu dinantikan warga, yakni Rontek Gugah Sahur.

Rontek sendiri merupakan kesenian tradisional khas Pacitan.

Alat utamanya berupa kentongan bambu yang dipukul secara serempak hingga menghasilkan irama yang enak didengar.

Sementara Rontek Gugah Sahur adalah tradisi memainkan rontek selama Ramadan sebagai penanda waktu sahur bagi warga.

Tradisi tersebut sudah berlangsung lama dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Pacitan setiap Ramadan.

Baca juga: Tradisi Ruwatan Sengkolo Bumi Projo, Kearifan Lokal yang Terus Dilestarikan di Kabupaten Madiun

Dilakukan Dini Hari, Libatkan Ratusan Pemuda

Biasanya, peserta rontek didominasi kalangan pemuda dari satu lingkungan, dusun hingga desa.

Mereka berkumpul selepas salat tarawih dan tadarus, lalu mempersiapkan berbagai alat musik seperti thethek bambu, kendang, bedug hingga gong.

Melansir artikel TribunJatim.com, para peserta biasanya mulai berjalan sekitar pukul 02.00 WIB hingga menjelang waktu sahur.

Ratusan warga terlihat menyusuri sejumlah ruas jalan protokol seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Gatot Subroto sembari membunyikan alat musik tradisional.

Tak hanya kentongan, sebagian kelompok juga membawa gamelan sehingga suasana dini hari di Kota 1001 Goa itu terasa semarak namun tetap bernuansa tradisional.

Baca juga: Doa Buka Puasa dan Sahur Ramadan, Waktu Mustajab untuk Berdoa

Warga Antusias, Ekonomi Ikut Bergerak

Antusiasme warga terlihat setiap rontek digelar. 

Banyak masyarakat yang sengaja keluar rumah untuk menyaksikan iring-iringan pemuda yang sengang memainkan musik bambu.

Sejumlah warga mengaku sengaja datang ke pusat kota untuk ikut serta dalam tradisi tersebut. 

Bahkan, ada kelompok pemuda dari Desa Arjowinangun yang rutin mengikuti rontek dengan persiapan sejak pukul 01.00 dini hari dan kembali menjelang sahur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved