Ramadan 2026

Apa Itu Tadarus? Ini Penjelasan Makna, Tata Cara, dan Keutamaannya

Tadarus bukan sekadar membaca Al-Qur’an. Simak makna, keutamaan, dan nilai sosialnya yang menghidupkan Ramadan.

Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Purwanto
TADARUS RAMADAN - Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas II A Malang saat mengikuti kegiatan tadarus Alquran, Selasa (19/3/2024). Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun untuk mengisi waktu saat bulan Ramadan. 

Kegiatan ini menjadi sarana meningkatkan pahala, sebab setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca bernilai kebaikan yang dilipatgandakan. Selain itu, Al-Qur’an juga diyakini akan memberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.

Sebagaimana dijelaskan, tadarus tidak hanya bermakna membaca, tetapi juga memahami dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an.

Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan waktu setelah Tarawih untuk membaca sekaligus mendalami makna ayat.

Konsistensi dalam bertadarus juga diyakini menghadirkan ketenangan hati dan menjauhkan dari kecemasan, karena interaksi intens dengan firman Allah SWT.

Baca juga: Ngabuburit Ramadan Waktu yang Mustajab untuk Berdoa dan Beribadah

Tata Cara dan Tradisi Tadarus

Pelaksanaan tadarus pada dasarnya sama seperti membaca Al-Qur’an pada umumnya.

Dianjurkan dalam keadaan suci, berwudhu, berpakaian bersih, menghadap kiblat, serta diawali dengan membaca taawudz dan basmalah.

Membaca dengan tartil, tidak tergesa-gesa, serta menjaga adab menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tadarus agar lebih bermakna.

Terdapat metode khatam tujuh hari yang dikenal dengan rumus Fami bi-syauqin. Metode ini membagi bacaan Al-Qur’an menjadi beberapa bagian setiap hari hingga khatam dalam sepekan.

Tradisi para salafus shalih bahkan ada yang mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu hari, tiga hari, hingga tujuh hari. Namun yang paling masyhur adalah menyelesaikannya dalam tujuh hari.

Baca juga: Apa itu Takjil? ini Arti Sebenarnya, Asal Usul dan Sejarah Tradisinya di Indonesia

Makna Sosial dan Nilai Kebangsaan dalam Tadarus

Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo, Risman Somantri (memegang mikrofon) tengah melaksanakan tadarus bersama sejumlah warga binaan, Jumat (8/4/2022).
Kepala Lapas Kelas IIB Probolinggo, Risman Somantri (memegang mikrofon) tengah melaksanakan tadarus bersama sejumlah warga binaan, Jumat (8/4/2022). (Tribun Jatim Network/Danendra Kusuma)

Dilansir dari nu.or.id, tadarus memiliki makna sosial yang mendalam. Secara praktik, tadarus minimal melibatkan dua orang, yakni pembaca dan penyimak.

Keduanya memiliki peran penting dalam menjaga kualitas bacaan. Pembaca dituntut teliti dan rendah hati jika ada koreksi, sementara penyimak harus siap siaga memperhatikan bacaan agar tetap sesuai kaidah.

Hubungan ini mengajarkan pentingnya saling mengingatkan dan bekerja sama.

Secara sosiologis, tradisi tadarus mencerminkan harmoni, sikap saling menghargai, serta kesediaan untuk belajar satu sama lain. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved