Tradisi dan Budaya di Jatim
Mengenal Tradisi Rebo Wekasan Gresik: Sejarah, Prosesi, dan Makna Ritual Rabu Terakhir Bulan Safar
Berawal dari penemuan sumber air pada masa Sunan Giri, tradisi Rebo Wekasan di Gresik kini menjadi ritual doa, syukur, dan festival budaya masyarakat.
Penulis: Septadera Candra Purnama | Editor: Mujib Anwar
Dalam penanggalan Hijriah, bulan Safar merupakan bulan kedua setelah Muharram.
Namun dalam beberapa tradisi masyarakat, bulan ini kerap dianggap sebagai bulan yang membawa kesialan.
Sebagaimana dilansir dari budaya-indonesia.org, pada masa lampau masyarakat Arab Jahiliyah menyebut bulan Safar sebagai bulan tasa’um, yaitu bulan yang dipercaya membawa berbagai kesialan atau musibah.
Pandangan tersebut kemudian berkembang di berbagai wilayah, termasuk di Indonesia.
Sebagian masyarakat Jawa juga mempercayai bahwa Rabu terakhir bulan Safar merupakan hari yang rawan bencana.
Karena itulah, masyarakat Desa Suci mengadakan selamatan dan doa bersama pada hari tersebut sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Tuhan agar terhindar dari bala atau musibah.
Selain itu, tradisi ini juga dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, khususnya terkait keberadaan sumber air yang dahulu ditemukan di wilayah tersebut.
Baca juga: Tradisi Malam Selawe Gresik, Dari Itikaf Warisan Sunan Giri Hingga Gerakkan Ekonomi Masyarakat
Prosesi Tradisi Rebo Wekasan
Pelaksanaan Rebo Wekasan biasanya berlangsung meriah dan melibatkan hampir seluruh masyarakat Desa Suci.
Tradisi ini tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan dan silaturahmi warga.
Beberapa rangkaian kegiatan dalam tradisi ini antara lain:
- Doa dan Selamatan Bersama
Kegiatan utama dalam tradisi ini adalah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh desa.
Masyarakat berkumpul untuk melaksanakan doa bersama sebagai bentuk permohonan keselamatan.
Doa ini dipanjatkan agar warga terhindar dari berbagai bencana serta diberi keberkahan dalam kehidupan.
Menurut cerita tutur masyarakat, pada hari Rabu terakhir bulan Safar Tuhan diyakini mengabulkan berbagai permohonan hamba-Nya.
Rebo Wekasan
tradisi Rebo Wekasan
Asal-usul Rebo Wekasan
makna Rebo Wekasan
Rebo Wekasan di Gresik
Rabu terakhir di bulan Safar
Bulan Safar
Desa Suci
Kecamatan Manyar
Sunan Giri
Lontong Bumbu Ladan
Tradisi Gresik
Kabupaten Gresik
Gresik
Jawa Timur
Tribun Jatim
TribunJatim.com
| Dari Dam Karangdoro, Tradisi Bubak Bumi di Banyuwangi Jadi Simbol Kebersamaan Petani |
|
|---|
| Mengenal Karapan Kambing Probolinggo, Tradisi Asimilasi Budaya Jawa Madura Wujud Kerja Keras |
|
|---|
| Tari Kuntulan Banyuwangi, Harmoni Dakwah dalam Gerak Rancak dan Irama Hadrah Khas Osing |
|
|---|
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
| Tradisi Balap Gethek, Cara Unik Warga Karangdoro Banyuwangi Menjaga Kebersihan Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tradisi-Rebo-Wekasan-di-Gresik.jpg)