Tradisi dan Budaya di Jatim
Tradisi Tompokan, Cara Warga Jember Patungan Sapi demi Hidangan Daging saat Lebaran
Tradisi tompokan di Jember membuat warga patungan membeli sapi untuk dibagikan saat Lebaran. Begini asal-usul dan cara pelaksanaannya.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Tradisi tompokan awalnya berkembang dari kegiatan arisan kecil yang dilakukan bersamaan dengan acara Yasinan atau sarwa’an (tahlilan) di lingkungan warga.
Dalam kegiatan tersebut biasanya ada iuran tambahan yang dikumpulkan secara bertahap.
Sebagaimana dijelaskan oleh pengurus Ranting NU Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Ustadz Misbahul Munir, iuran tompokan biasanya ditarik setiap kali pertemuan Yasinan berlangsung.
Kegiatan Yasinan sendiri umumnya dilaksanakan setiap malam Jumat di mushala atau secara bergiliran di rumah warga.
Setelah iuran terkumpul selama beberapa bulan hingga menjelang Ramadhan, dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sapi.
Penyembelihan sapi biasanya dilakukan menjelang Lebaran agar dagingnya dapat dimasak sebagai hidangan keluarga saat hari raya.
Menurut Ustadz Misbah, sistem arisan tompokan dinilai lebih ringan bagi masyarakat karena pembayaran dilakukan secara bertahap.
Dengan iuran sekitar Rp350 ribu per tahun, anggota bisa mendapatkan sekitar 2,5 kilogram daging sapi murni beserta bagian lainnya.
Baca juga: Tradisi Puter Kayun Banyuwangi, Ritual Napak Tilas Warga Boyolangu Menuju Pantai Watu Dodol
Cara Pembagian Daging dalam Tradisi Tompokan
Setelah sapi disembelih, proses pemotongan dan pembagian daging biasanya dilakukan secara gotong royong oleh warga desa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi yang memperkuat solidaritas antaranggota masyarakat.
Setiap peserta tompokan biasanya mendapatkan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram daging sapi.
Daging tersebut terdiri dari daging murni, tulang, hati, dan bagian lainnya yang disusun menjadi satu tumpukan.
Istilah tompokan sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti “tumpukan”. Maksudnya, setiap anggota
mendapatkan satu tumpukan daging lengkap dengan berbagai bagian sapi yang telah ditimbang secara merata.
Daging yang dibagikan biasanya diletakkan di atas daun pisang sebelum dibawa pulang oleh masing-masing anggota.
Tradisi Tompokan
Patungan Sapi
Hidangan Daging saat Lebaran
Kabupaten Jember
Jawa Timur
Kecamatan Mumbulsari
Tradisi Congkekan
Desa Gugut
Kecamatan Rambipuji
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Hari Raya Idul Fitri
Jember
| Dari Dam Karangdoro, Tradisi Bubak Bumi di Banyuwangi Jadi Simbol Kebersamaan Petani |
|
|---|
| Mengenal Karapan Kambing Probolinggo, Tradisi Asimilasi Budaya Jawa Madura Wujud Kerja Keras |
|
|---|
| Tari Kuntulan Banyuwangi, Harmoni Dakwah dalam Gerak Rancak dan Irama Hadrah Khas Osing |
|
|---|
| Tradisi Keboan Aliyan di Banyuwangi, Ritual Tolak Bala Mirip Kerbau dan Syukuran Hasil Bumi |
|
|---|
| Tradisi Balap Gethek, Cara Unik Warga Karangdoro Banyuwangi Menjaga Kebersihan Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tadisi-Tompokan.jpg)