Tradisi dan Budaya di Jatim
Tradisi Tompokan, Cara Warga Jember Patungan Sapi demi Hidangan Daging saat Lebaran
Tradisi tompokan di Jember membuat warga patungan membeli sapi untuk dibagikan saat Lebaran. Begini asal-usul dan cara pelaksanaannya.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Selanjutnya daging tersebut dimasak untuk hidangan keluarga saat Lebaran atau dijadikan hantaran ketika bersilaturahmi ke rumah kerabat.
Baca juga: Mengenal Gulat Okol Gresik, Tradisi Adu Kekuatan yang Lahir dari Kisah Kemarau Panjang
Tradisi yang Tetap Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Daging
Tradisi tompokan masih bertahan hingga sekarang karena dinilai lebih hemat dibandingkan membeli daging secara langsung di pasar.
Apalagi menjelang Lebaran, harga daging sapi biasanya mengalami kenaikan. Dalam laporan yang dikutip dari nu.or.id, harga daging sapi di Jember menjelang Lebaran bisa mencapai Rp120.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Kondisi tersebut membuat sistem arisan tompokan menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan daging dengan biaya yang lebih ringan.
Dilansir dari laporan pemerintah daerah, sebagaimana diberitakan dalam kegiatan sidak pasar oleh Pemkab Jember, tradisi tompokan bahkan menjadi salah satu alasan menurunnya pembelian daging di pasar menjelang Lebaran.
Dalam kegiatan inspeksi pasar yang dilakukan Bupati Jember Hendy Siswanto, disebutkan bahwa partisipasi masyarakat dalam tradisi tompokan cukup tinggi.
Bahkan jumlah daging yang dihasilkan dari tradisi tersebut bisa mencapai sekitar dua ton.
Baca juga: Mengenal Tradisi Pegon di Jember, Pawai Gerobak Sapi Menuju Pantai Watu Ulo Saat Lebaran Ketupat
Tradisi Serupa dalam Budaya Masyarakat Madura
Selain dikenal dengan nama tompokan, tradisi serupa juga dikenal dengan istilah lain di beberapa wilayah Jember.
Dikutip dari nasional.kompas.com, masyarakat komunitas Madura perantauan di Jember mengenal tradisi serupa yang disebut congkekan.
Congkekan merupakan praktik arisan atau tabungan daging sapi yang dilakukan menjelang Lebaran.
Tradisi ini melibatkan sejumlah warga yang menabung bersama untuk membeli seekor sapi yang kemudian disembelih secara bersama-sama.
Sebagaimana diberitakan nasional.kompas.com, di Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, tradisi congkekan pernah diikuti oleh sekitar 54 warga yang tergabung dalam komunitas kerukunan masjid.
Sapi yang dibeli dari hasil tabungan tersebut kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh peserta.
Keberadaan tradisi seperti tompokan dan congkekan menunjukkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya membantu warga memperoleh daging untuk Lebaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga di lingkungan sekitar.
Tradisi Tompokan
Patungan Sapi
Hidangan Daging saat Lebaran
Kabupaten Jember
Jawa Timur
Kecamatan Mumbulsari
Tradisi Congkekan
Desa Gugut
Kecamatan Rambipuji
Tribun Jatim
TribunJatim.com
Hari Raya Idul Fitri
Jember
| Grebeg Tengger Tirto Aji, Tradisi Pengambilan Air Suci yang Jadi Simbol Syukur dan Harmoni Alam |
|
|---|
| Tradisi Mbabar Mbubur Suro Malang, Ritual Sakral Menyambut Tahun Baru Islam di Makam Ki Ageng Gribig |
|
|---|
| Meriahnya Tradisi Tumpengan Manggis di Jombang, Dari Kirab hingga Rebutan Dua Ton Buah Gratis |
|
|---|
| Tradisi Kebur Ubalan Kediri, Ritual Sakral Simbol Kemakmuran Desa |
|
|---|
| Mengenal Kesenian Jaranan Kediri, Dari Legenda Dewi Songgolangit hingga Atraksi Kesurupan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tadisi-Tompokan.jpg)