Tradisi dan Budaya di Jatim

Mengenal Tradisi Ruwatan Murwakala Bojonegoro, Ritual Sakral Pembersihan Diri di Kayangan Api

Ruwatan Murwakala menjadi tradisi sakral masyarakat Bojonegoro yang digelar di Kayangan Api sebagai ritual penyucian diri dari kesialan (sukerta).

Dok. bojonegorokab.go.id
RUWATAN MURWAKALA BOJONEGORO - Tradisi budaya Jawa untuk mensucikan diri dari nasib buruk (sukerta) yang digelar tahunan oleh Pemkab Bojonegoro, di Wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, (7/7/2024). 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi Ruwatan Murwakala di Bojonegoro merupakan ritual sakral penyucian diri dari kesialan (sukerta) yang masih dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.
  • Tradisi ini rutin digelar di Kayangan Api dengan prosesi pagelaran wayang kulit, pemotongan rambut, penyiraman air, hingga pelarungan ke Bengawan Solo.
  • Selain bernilai spiritual, tradisi ini juga menjadi upaya pemerintah dalam menjaga warisan leluhur serta pengembangan wisata daerah hingga tingkat internasional.

 

TRIBUNJATIM.COMKabupaten Bojonegoro tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya, tetapi juga tradisi budaya yang masih terjaga hingga kini.

Salah satunya adalah Ruwatan Murwakala, ritual sakral yang digelar sebagai bentuk penyucian diri sekaligus pelestarian kearifan lokal masyarakat Jawa.

Tradisi ini rutin dilaksanakan di kawasan wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya hingga festival daerah.

Tradisi Sakral Pembersihan Diri

Prosesi pemotongan rambut dalam tradisi Ruwatan Murwakala di Bojonegoro
Prosesi pemotongan rambut dalam tradisi Ruwatan Murwakala di Bojonegoro menjadi simbol pembuangan hal buruk dan permohonan keselamatan kepada Tuhan, (30/7/2022). (wisatabojonegoro.com)

Ruwatan Murwakala merupakan upacara adat Jawa yang bertujuan untuk membersihkan diri dari sukerta atau kesialan.

Selain itu, ruwatan juga dipercaya mampu menghilangkan kotoran batin serta membawa energi positif bagi masa depan peserta.

Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bojonegoro.

Tidak hanya sekadar ritual budaya, Ruwatan Murwakala juga memiliki nilai spiritual yang kuat.

Ruwatan ini menjadi sarana untuk memohon perlindungan kepada Sang Pencipta sekaligus membangun keharmonisan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial.

Suasana pelaksanaan ruwatan biasanya berlangsung khidmat, diiringi alunan gamelan, tembang Jawa, serta aroma dupa yang menambah nuansa sakral.

Baca juga: Mengenal Tradisi Siraman Gong Kyai Pradah di Blitar, Ritual Sakral Warisan Leluhur di Lodoyo

Digelar di Kayangan Api dan Jadi Agenda Tahunan

Dilansir dari bojonegorokab.go.id, Ruwatan Murwakala digelar di kawasan wisata Kayangan Api.

Pada pelaksanaan tahun 2025, kegiatan ini diikuti sebanyak 172 peserta dan bertepatan dengan 1 Suro atau 1 Muharam.

Acara dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, pelaku seni, hingga masyarakat umum.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved