BNPB dan Jatim Antisipasi Godzilla El Nino 2026, Siapkan Strategi Hadapi Kekeringan
Suharyanto menegaskan fenomena Godzilla El Nino diprediksi terjadi pada musim kemarau 2026 dan antisipasi kekeringan
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
Ringkasan Berita:
- BNPB prediksi Godzilla El Nino picu kekeringan dan kebakaran hutan-lahan di Jatim.
- Langkah antisipasi: satgas darat, sumur air, modifikasi cuaca, dan helikopter water bombing.
- Khofifah tegaskan Jatim tetap jadi lumbung pangan nasional, IP padi tidak boleh turun.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/3/2026), untuk mengantisipasi ancaman fenomena Godzilla El Nino yang diprediksi terjadi pada musim kemarau 2026.
Suharyanto menegaskan fenomena Godzilla El Nino diprediksi terjadi pada musim kemarau 2026 sehingga diperlukan melalui penguatan koordinasi dan antisipasi bencana terutama kekeringan yang berpotensi terjadi di Jatim.
Baca juga: Bangkalan Bersiap Hadapi Musim Kemarau Lebih Awal, BMKG Prediksi Puncak Kekeringan pada Agustus 2026
Ancaman Kekeringan dan Kebakaran
Ia menyebutkan di Riau sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan hampir 3.000 hektare, lalu di Natuna yang tidak pernah terjadi kebakaran hutan dan lahan juga terjadi.
“Maka dari itu, bukan sesuatu yang berlebihan apabila hari ini kami BNPB dengan Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau atau musim kekeringan,” terangnya.
Untuk mengatasi kekeringan kebakaran, Suharyanto mengatakan tidak bisa diatasi salah satu institusi. Melainkan pemerintah pusat berkolaborasi dengan desa, kecamatan kabupaten, provinsi sampai pemerintah pusat.
Langkah Strategis BNPB dan Jatim
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan satuan tugas (satgas) darat untuk penanganan dini kebakaran, percepatan penyediaan sumber air melalui pembangunan sumur dan distribusi air bersih, serta kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan.
"Tadi kami sepakat bersama Provinsi Jatim akan segera menggelar apel di semua kabupaten kota termasuk juga peralatan-peralatan yang dibutuhkan," katanya.
Kemudian, mengatasi kekurangan air melalui pembuatan sumur untuk mengalirkan air dari puncak-puncak atau sumber-sumber air yang jauh.
Jika memang diperlukan operasi modifikasi cuaca untuk mengisi umbung-umbung serta mengisi kolam-kolam renang karena di satu titik kebakaran sumber airnya juga bisa diambil dari kolam renang.
Selain itu, kesiapan sarana pendukung seperti helikopter water bombing juga menjadi perhatian. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, keterlambatan mobilisasi armada udara dapat memperbesar skala kebakaran.
Oleh karena itu, direncanakan penempatan armada di wilayah strategis seperti Bandara Iswahyudi Madiun dan Bandara Juanda Surabaya.
“Karena prediksi BMKG puncak kemarau Agustus 2026 itu merah semua mulai Madiun sampai Banyuwangi sehingga kita antisipasinya dua pesawat,” ujarnya.
“Sedangkan untuk jumlah unit tergantung kebutuhan nanti di lapangan, tapi intinya berapapun kami siapkan sebagai catatan kalau musim El Nino seluruh Indonesia kita siapkan 50,” pungkasnya.
Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa berdasarkan proyeksi BMKG, sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai memasuki fase kekeringan sejak April 2026, dengan intensitas yang diperkirakan meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB
BNPB
El Nino
Gubernur Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa
berita jatim
musim kemarau
kekeringan
godzilla el nino
| LKPJ Gubernur 2025, DPRD Jatim Soroti Kinerja BUMD hingga Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Gerha Majapahit BPBD Jatim, Perkuat Logistik Bencana |
|
|---|
| BPN Jatim Gandeng Pesantren dan Santri Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf |
|
|---|
| Komisi Disabilitas Jadi Fokus Raperda Baru DPRD Jatim |
|
|---|
| Sebanyak 20 Dusun di Bondowoso Rawan Kekeringan, BPBD Siapkan Langkah Antisipasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/bnpb-dan-gubernur-jatim-khofifah.jpg)