Tradisi dan Budaya di Jatim
Badut Sinampurno Pacitan, Tradisi Ruwatan Unik Penolak Bala dan Penyucian Diri
Badut Sinampurno, tradisi ruwatan khas Pacitan, memadukan seni dan ritual sakral sebagai simbol penolak bala dan harmoni masyarakat.
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
Sebagaimana dijelaskan dalam sumber tersebut, tradisi ini juga memiliki nilai ekonomis dan sosial, karena mampu menjadi daya tarik budaya sekaligus memperkuat identitas lokal masyarakat.
Nilai-nilai ini menjadikan Badut Sinampurno tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat makna kehidupan.
Baca juga: Larung Ketupat Pantai Bajul Mati Malang, Tradisi Simbol Syukur dan Kebersamaan Warga Pesisir
Pelestarian dan Pengakuan sebagai Warisan Budaya
Dilansir dari berbagai sumber budaya, Badut Sinampurno telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2020 dalam kategori adat istiadat, ritus, dan perayaan.
Pengakuan ini menjadi bukti bahwa tradisi tersebut memiliki nilai penting dalam khazanah budaya nasional. Hal ini juga menjadi dorongan bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus melestarikannya.
Sebagaimana dikutip dari sumber daerah, berbagai upaya pelestarian dilakukan, mulai dari pementasan rutin, keterlibatan dalam festival budaya, hingga integrasi dalam pendidikan kebudayaan.
Selain itu, generasi muda juga mulai dilibatkan dalam pelestarian tradisi ini agar tidak tergerus oleh modernisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di masa depan.
Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Badut Sinampurno diharapkan tetap hidup sebagai simbol spiritualitas, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Pacitan.
Badut Sinampurno Pacitan
Tradisi Ruwatan Unik Penolak Bala
Desa Ploso
Kecamatan Tegalombo
Kabupaten Pacitan
Jawa Timur
warisan budaya takbenda
Tribun Jatim
TribunJatim.com
meaningful
Badut Sinampurno
tradisi ruwatan
Pacitan
| Tradisi Distrikan Ranu Grati, Ritual Larung Sesaji ke Tengah Danau di Pasuruan Agar Rezeki Berlimpah |
|
|---|
| Tradisi Syukuran Warga Krian Sidoarjo Hadirkan Tumpeng Tempe Raksasa sebagai Ikon |
|
|---|
| Tradisi Ngarak Jolen Lumajang, Filosofi Ojo Lali dalam Ritual Berebut Berkah Hasil Bumi |
|
|---|
| Dari Sumber Hajar, Tradisi Ithuk-ithukan Jadi Simbol Syukur Warga Banyuwangi |
|
|---|
| Mengenal Tari Terbang Bandung, Kesenian Unik Pasuruan yang Padukan Drama, Tari dan Musik Religi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Upacara-Adat-Badut-Sinampurno-Pacitan.jpg)