Kendaraan untuk Kepala SPPG Tuai Pro & Kontra, Meski Dibutuhkan Tapi Jadi Perdebatan
Rencana pengalokasian kendaraan bermotor untuk Kepala SPPG menuai beragam tanggapan pro dan kontra.
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Di tengah efisiensi, rencana pengalokasian kendaraan bermotor untuk Kepala SPPG menuai beragam tanggapan pro dan kontra.
- Disebut dibutuhkan tapi jadi perdebatan.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Rencana pengalokasian kendaraan bermotor bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai beragam tanggapan.
Di satu sisi dinilai membantu operasional, namun di sisi lain masih menjadi perdebatan terkait urgensi dan alokasi anggaran.
Baca juga: Perubahan OPD Turut Pengaruhi Perolehan PAD Retribusi Pasar di Jember, Baru Tercapai 10 Persen
Sekadar informasi, kendaraan roda dua yang akan diberikan kepada Kepala SPPG memiliki dua tipe.
Tipe trail yang digunakan untuk menghadapi medan sulit, jauh dari jangkauan perkotaan, dan tipe skuter yang digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan.
Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur, Makhrus Sholeh, menyebutkan bahwa keberadaan kendaraan dinas akan sangat mendukung tugas lapangan petugas SPPG, khususnya dalam melakukan pengawasan distribusi dan kualitas bahan pangan.
"Itu bagus sekali, sangat membantu teman-teman SPPG. Tapi memang masih debatable karena ini ada tambahan anggaran," ujarnya, setelah dikukuhkan menjadi Ketua DPW Gapembi Jawa Timur di Hotel Grand Mercure, Kota Malang, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, secara fasilitas dasar, sebenarnya SPPG telah dilengkapi dengan sarana pendukung seperti mess atau tempat tinggal bagi petugas.
Namun, mobilitas tetap menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan tugas harian.
"Setiap SPPG sudah ada kamar untuk petugas. Jadi kendaraan itu dibilang butuh ya butuh, tapi tanpa itu pun sebenarnya masih bisa berjalan," jelasnya.
Ia menambahkan, tugas utama petugas SPPG menuntut mobilitas tinggi.
Seperti melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah serta memantau harga bahan pangan di pasar agar tidak terjadi lonjakan harga dari pemasok.
"Petugas harus mengecek ke sekolah-sekolah dan ke pasar, memastikan harga dari supplier tidak terlalu tinggi. Itu penting sekali," katanya.
Selama ini, aktivitas tersebut dilakukan dengan kendaraan pribadi atau sesekali menggunakan kendaraan operasional SPPG.
lternatif lain seperti transportasi umum dinilai kurang efisien meski masih memungkinkan.
| Saldo MBG Rp 1 Miliar Lenyap setelah Kepala SPPG Terima Chat Palsu, Nurut Diminta Ganti Kata Sandi |
|
|---|
| Hukuman untuk Kepala SPPG yang Lecehkan Pegawai, Korban Sebut Baru Seminggu Kerja Sudah Menderita |
|
|---|
| Menu MBG Tahu Goreng Isi Plester Plastik Heboh, Orang Tua Korban Antarkan Bukti Langsung ke Dapur |
|
|---|
| Ada Serpihan Kaca Dalam Menu MBG, Pihak SPPG Bongkar Kronologi hingga Ungkap Permintaan Maaf |
|
|---|
| Tips Hindari Penipuan Properti, Apersi Jatim Berikan Panduan Membeli Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/SPPG-Buring-di-Kota-Malang.jpg)