Tradisi dan Budaya di Jatim

Dari Telur hingga Jodhang, Ini Makna Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi

Meriah dan penuh makna, Tradisi Endhog-endhogan di Banyuwangi hadirkan pawai jodhang dan momen berbagi telur sebagai simbol kebersamaan warga.

Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Aflahul Abidin
TRADISI ENDHOG-ENDHOGAN Banyuwangi - Tradisi endhog-endhogan di Banyuwangi, Jawa Timur saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, berupa telur hias yang ditancapkan pada jodhang dan diarak keliling kampung sebagai simbol kebersamaan dan syiar Islam. 

Kemeriahan tersebut menunjukkan antusiasme warga dalam menjaga tradisi sekaligus memperingati Maulid Nabi dengan cara yang khas dan penuh makna.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Tradisi endhog-endhogan juga membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dari sisi sosial dan ekonomi. 

Kegiatan ini mendorong semangat gotong royong karena melibatkan banyak warga dalam proses persiapan hingga pelaksanaan.

Selain itu, tradisi ini turut menggerakkan ekonomi lokal. 

Permintaan terhadap telur dan hiasan kembang endhog meningkat signifikan menjelang perayaan, sehingga memberikan peluang tambahan penghasilan bagi para perajin dan pedagang.

Baca juga: Tradisi Ngerujaki Banyuwangi, Ritual Tingkeban Padi Sarat Makna yang Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

KEMBANG ENDHONG - Perajin membuat kembang endhog pesanan pembeli, beberapa waktu lalu. Kembang endhog banyak dicari untuk perayaan pawai endhog-endhogan di Banyuwangi.
KEMBANG ENDHONG - Perajin membuat kembang endhog pesanan pembeli, beberapa waktu lalu. Kembang endhog banyak dicari untuk perayaan pawai endhog-endhogan di Banyuwangi. (TribunJatim.com/Aflahul Abidin)

Diketahui, para perajin kembang endhog bisa menerima pesanan hingga ribuan buah selama musim Maulid. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa tradisi budaya juga dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

Dengan berbagai nilai yang terkandung di dalamnya, tradisi endhog-endhogan tidak hanya menjadi simbol religius, tetapi juga identitas budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Banyuwangi hingga kini.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved