Usai Pesta Miras, Pemuda Lumajang Dibegal dan Diceburkan ke Sungai oleh Teman Pacar di Jembatan JLS

Nasib sial dialami Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang jadi korban begal.

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sudarma Adi
Istimewa
KASUS BEGAL - Polisi olah tempat kejadian perkara di jembatan JLS Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Jawa Timur, Senin (27/4/2026) Pemotor dibegal tiga orang saat melintas di jembatan JLS Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. 

Ringkasan Berita:
  • Korban: Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Sumbersuko, Lumajang.
  • Kerugian: Motor Honda Beat (B 3945 CLE) dan satu unit ponsel.
  • Modus: Pelaku merupakan kenalan dari pacar korban yang berpura-pura mengantar pulang usai pesta miras.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG- Nasib sial dialami Mochammad Taufik Hidayat (22), warga Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang Jawa Timur yang jadi korban begal.

Kendaraan motor Honda Beat bernomor polisi B 3945 CLE serta sebuah telepon genggam miliknya raib dirampas begal ketika melintas di jembatan Jalur Lintas Selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang.

Kasubsi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari,(26/4/2026). Sesuai korban mengantar pacarnya kembali di rumah.

Baca juga: Candi Gedong Putri, Menguak Tabir Peradaban Tertua di Lumajang yang Sempat Hancur Kena Lahar Semeru

Kronologi: Berawal dari Pasar Malam dan Pesta Miras

Kronologi kejadian itu bermula ketika korban apel di rumah pacarnya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang sekitar pukul 19.30 WIB. 

"Keduanya kemudian pergi ke pasar malam di Lapangan Kunir. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban diminta mengantarkan pacarnya ke rumah temannya di Desa Pandanarum, Kecamatan Tempeh,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Setelah tiba di lokasi tujuan, kata dia, pemuda diminta pulang dengan diantar oleh tiga orang laki-laki yang merupakan teman dari pacarnya, karena mengaku tidak mengetahui arah perjalanan pulang.

Namun di tengah perjalanan, korban diarahkan melewati jalur sepi di Jalan Lintas Selatan (JLS). Prapto mengungkapkan kendaraan korban kehabisan bahan bakar ketika melintas di kawasan tersebut.

"Salah satu pelaku sempat membantu mendorong kendaraan hingga mencapai jembatan di Desa Wotgalih. Sesampainya di atas jembatan, para pelaku tiba-tiba menghentikan laju dan langsung melakukan aksi kekerasan terhadap korban,” imbuh Prapto.

Berdasarkan keterangan korban, kata dia, ketiga pelaku melayangkan pukul bertubi tubi di bagian kepala korban hingga hingga menyebabkan luka dan pendarahan. 

Selain itu, satu dari tiga pelaku itu juga mengancam menggunakan senjata tajam jenis pisau. Beruntung, korban berhasil menghindari sabetan senjata tajam tersebut.

"Sehingga tidak mengalami luka akibat benda tajam. Namun kekerasan tidak berhenti di situ. Korban kemudian didorong ke arah sungai," paparnya.

Prapto bilang, korban sempat berpegangan pada pagar jembatan, tapi pelaku justru terus menendang badan pemuda hingga terjatuh di Sungai Bondoyudo.

Saat itu juga, korban berusaha berenang ke tepi sungai sebelah timur dalam kondisi tubuh terluka hingga berhasil , naik kembali ke atas jembatan.

"Saat itulah korban menyadari bahwa sepeda motor dan telepon genggamnya telah hilang dibawa kabur oleh para pelaku," ulasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved