Tradisi dan Budaya di Jatim

Kirab Bedhol Pusaka di Ponorogo, Ritual Sakral Napak Tilas Sejarah Batoro Katong

Sakral dan penuh makna, Kirab Bedhol Pusaka di Ponorogo hadir dalam rangka Grebeg Suro, membawa nuansa sejarah, spiritual, dan kebersamaan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
Dok. ponorogo.go.id
TRADISI BEDHOL PUSAKA PONOROGO - Bedhol Pusaka merupakan ritual sakral dalam rangkaian Grebeg Suro di Ponorogo, Jawa Timur, sebagai napak tilas sejarah Raden Batoro Katong sekaligus penghormatan kepada leluhur. Prosesi kirab dilakukan dengan penuh khidmat, diiringi pusaka dan tradisi topo bisu yang sarat makna spiritual. 

Ringkasan Berita:
  • Bedhol Pusaka di Ponorogo, Jawa Timur merupakan ritual sakral dalam rangkaian Grebeg Suro, sebagai bentuk penghormatan kepada Raden Batoro Katong.
  • Prosesi kirab membawa pusaka dari kota baru ke makam Batoro Katong, melambangkan napak tilas sejarah berdirinya Ponorogo.
  • Kirab berlangsung khidmat dengan topo bisu, obor, dan iringan gong, serta dikawal prajurit tradisional.
  • Tradisi ini jadi warisan budaya tahunan bernilai sejarah, spiritual, sekaligus daya tarik wisata edukasi.

 

TRIBUNJATIM.COM - Ponorogo dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang kaya akan tradisi dan budaya. Salah satu yang masih terus dilestarikan hingga kini adalah Bedhol Pusaka.

Bedhol Pusaka adalah sebuah ritual sakral yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro setiap memasuki 1 Muharram atau 1 Suro dalam kalender Jawa.

Tradisi ini bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan juga bentuk penghormatan terhadap leluhur dan pendiri Kabupaten Ponorogo, yakni Raden Batoro Katong

Setiap pelaksanaannya selalu menghadirkan nuansa sejarah dan spiritual yang kuat di tengah masyarakat.

Dilansir dari ponorogo.go.id, Budhol Pustaka merupakan kegiatan membawa pusaka dari kawasan Kota Baru menuju Kota Lama, tepatnya ke kompleks Makam Batoro Katong

Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan kembali ke akar sejarah berdirinya Ponorogo.

Kegiatan Bedhol Pusaka berlangsung dengan suasana sangat sakral dan penuh kekhidmatan. 

Berbagai unsur masyarakat turut hadir, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pelajar dan pelaku budaya yang ikut menyaksikan langsung jalannya ritual.

Tradisi ini kemudian terus berkembang sebagai agenda tahunan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari wisata sejarah dan edukasi di Ponorogo.

Baca juga: Tradisi Ithuk-Ithukan Banyuwangi, Simbol Kebersamaan Warga Dusun Rejopuro

Prosesi Bedol Pusaka mengawali Kirab Pusaka Ponorogo.
Prosesi Bedol Pusaka mengawali Kirab Pusaka Ponorogo. (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Rangkaian Kirab Sakral 

Bedhol Pusaka melibatkan sejumlah pusaka utama yang diarak keliling sebagai bagian dari prosesi. 

Pusaka yang ikut dikirab antara lain Tombak Kiai Tunggul Naga, Payung Songsong Tunggul Wulung, dan Sabuk Angkin Cinde Puspita, serta beberapa pusaka lain yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Dikutip dari prokopim.ponorogo.go.id, kirab dilakukan dengan suasana penuh kesakralan. 

Para pengiring berjalan tanpa alas kaki, membawa obor sebagai penerang, serta menjalani laku “topo bisu” atau tidak berbicara sepanjang perjalanan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved