Daftar 4 Kasus Begal Sadis di Lumajang, Paling Miris Tewaskan Pedagang Sayur

Aksi begal marak terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam 10 hari terakhir, sudah 4 kasus terjadi

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Imam Nawawi
DARURAT BEGAL - Jenazah Anisa, saat di evakuasi di RSUD dr Hariyoto Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (4/5/2/26) Pedangan sayur ini diserang begal saat mengendarai sepeda motor di Jalan Nasional di Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto, Lumajang. 

Korban saat itu ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka bacok di bagian belakang kepala dan wajahnya luka memar.

Ibu rumah tangga tersebut diduga telah diserang begal saat melintas di jalan raya di Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto Lumajang, ketiak mengantar sayur mengunakan sepada motor beat.

Ketika jasadnya di temukan, kendaraan korban sudah tidak ada di tempat kejadian perkara, dan diduga kuat telah dibawa oleh pelaku dan kasus ini masih diselidiki polisi.

Keesokan harinya, justru begal beraksi di di Jembatan Grobogan, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang Selasa (5/5/2026) dini hari. Merampas sepeda motor Vario milik Saiful warga Kecamatan Tempeh.

Modus pelaku nekat, saat itu empat begal naik dua sepeda motor dan langsung memepet kendaraan korban yang melaju menuju arah Probolinggo hingga berhenti pukul 05.00 WIB.

Setelah itu, satu orang pelaku langsung menghampiri sambil mengacungkan celurit di leher korban, sehingga pengendara Honda Vario itu ketakutan.

Korban pun langsung menyerahkan sepeda motor dan uang tunainya kepada pelaku. Setelah itu gerombolan begal tersebut langsung kabur menuju arah Probolinggo.

Polisi Tingkatkan Patroli

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto mengakui hal ini. Kata dia, kasus begal tersebut sekarang masih selidiki.

"Kami masih dalami kronologinya seperti apa," ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, polisi akan meningkatkan patroli di daerah rawan pencurian dengan kekerasan tersebut. Dia juga meminta masyarakat waspada saat melintas di jalan raya sepi itu.

"Kalau bisa dalam perjalanan jangan sampai sendirian. Paling tidak berombongan atau seperti apa, jangan sampai sendirian karena itu wilayah rawan," kata Prapto.

Mengingat, kata dia, jalanan rawan begal itu minim penerangan jalan umum serta jauh dari pemukiman penduduk.

"Banyak lahan kosong dan jauh dari pemukiman warga," imbuh Prapto lagi.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved