Sejarah di Jatim

Sempat Tertunda Krisis Moneter, Begini Perjalanan Suramadu Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

Sempat tertunda akibat krisis moneter 1997, Suramadu menyimpan jejak sejarah lintas era presiden sebelum resmi jadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Ahmad Faisol
SEJARAH JEMBATAN SURAMADU - Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura, dengan proses pembangunan yang memakan waktu lama sejak digagas pada 1960-an hingga diresmikan pada 2009. Kini Jembatan Suramadu menjadi ikon infrastruktur sekaligus penggerak ekonomi Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Gagasan Jembatan Suramadu muncul sejak era Presiden Soekarno oleh Prof. Sedyatmo, namun sempat tertunda akibat krisis moneter 1997.
  • Proyek dilanjutkan era Megawati dan diresmikan Presiden SBY pada 2009 sebagai jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5,4 km.
  • Suramadu memangkas waktu tempuh Surabaya-Madura dari 30 menit menjadi sekitar 10 menit.
  • Sejak era Jokowi, tarif Suramadu digratiskan dan kini menjadi ikon wisata sekaligus penggerak ekonomi Madura.

 

TRIBUNJATIM.COM - Jembatan Suramadu menjadi salah satu infrastruktur paling ikonik di Indonesia. 

Jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura ini bukan hanya dikenal sebagai jembatan terpanjang di Indonesia, tetapi juga memiliki jejak sejarah yang melibatkan beberapa presiden Indonesia.

Nama Suramadu sendiri merupakan singkatan dari Surabaya-Madura. 

Jembatan ini membentang di atas Selat Madura dengan panjang mencapai 5,4 kilometer dan menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dengan Madura.

Dikutip dari surabaya.kompas.com, gagasan pembangunan Jembatan Suramadu sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1960-an. 

Ide tersebut pertama kali dicetuskan oleh tokoh konstruksi Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sedyatmo, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Namun, rencana besar itu tidak langsung terealisasi. Pemerintah saat itu masih mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kelayakan proyek hingga kondisi ekonomi nasional.

Sebelum adanya Jembatan Suramadu, masyarakat yang hendak menuju Madura harus menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ujung Surabaya menuju Kamal, Bangkalan. 

Perjalanan penyeberangan saat itu memakan waktu sekitar 30 menit.

Baca juga: Menyusuri Jejak Sejarah Jembatan Merah, Simbol Keberanian Arek Suroboyo

Proyek Lama yang Sempat Terhenti

Memasuki era Presiden Soeharto, rencana pembangunan Suramadu mulai mendapatkan perhatian serius. 

Pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 55 Tahun 1990 tentang pembangunan Jembatan Surabaya-Madura.

Pada akhir 1990-an, pemerintah membentuk Tim Nusa Bakti yang bekerja sama dengan ahli konstruksi dari Jepang untuk mempersiapkan pembangunan jembatan tersebut.

Sayangnya, proyek besar ini sempat terhenti akibat krisis moneter 1997 yang mengguncang Indonesia. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved