Sejarah di Jatim

Sempat Tertunda Krisis Moneter, Begini Perjalanan Suramadu Jadi Jembatan Terpanjang di Indonesia

Sempat tertunda akibat krisis moneter 1997, Suramadu menyimpan jejak sejarah lintas era presiden sebelum resmi jadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Ahmad Faisol
SEJARAH JEMBATAN SURAMADU - Jembatan Suramadu adalah jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura, dengan proses pembangunan yang memakan waktu lama sejak digagas pada 1960-an hingga diresmikan pada 2009. Kini Jembatan Suramadu menjadi ikon infrastruktur sekaligus penggerak ekonomi Jawa Timur. 

Kondisi ekonomi nasional saat itu membuat pembangunan Suramadu tidak dapat dilanjutkan.

Setelah vakum selama beberapa tahun, proyek Suramadu kembali dihidupkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri. 

Pemerintah kemudian menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 79 Tahun 2003 sebagai dasar baru pembangunan jembatan tersebut.

Ground breaking pembangunan Jembatan Suramadu dilakukan pada 20 Agustus 2003. Pembangunan dikerjakan dari dua sisi sekaligus, yakni dari arah Surabaya dan Bangkalan.

Diresmikan Presiden SBY

Pembangunan Jembatan Suramadu membutuhkan waktu sekitar enam tahun. Proyek raksasa tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp 4,5 triliun.

Jembatan ini akhirnya diresmikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 10 Juni 2009. Saat diresmikan, Suramadu langsung menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.

Peresmian Suramadu saat itu diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Madura yang selama ini dinilai tertinggal dibanding wilayah lain di Jawa Timur.

Awalnya, Jembatan Suramadu dioperasikan sebagai jalan tol berbayar. Kendaraan roda empat hingga truk dikenakan tarif sesuai golongan kendaraan.

Sementara itu, sepeda motor juga diperbolehkan melintas melalui jalur khusus yang berada di sisi luar jembatan.

Baca juga: Menelusuri Kampung Peneleh Surabaya, Kawasan Bersejarah yang Dijuluki Kampung Bapak Bangsa

Pergerakan kendaraan arus mudik hingga H-3 Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah melalui Jembatan Suramadu pada Minggu (7/4/3034) sore, terpantau didominasi kendaraan roda dua. Diprediksi, puncak arus mudik lebaran tahun ini akan terjadi mulai besok, Senin pagi.
Kendaraan yang melewati Jembatan Suramadu saat arus mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H, Minggu (7/4/2024). (TribunJatim.com/ahmad faisol)

Konstruksi Megah

Dilansir dari berbagai sumber, Jembatan Suramadu memiliki panjang total 5.438 meter dengan lebar sekitar 30 meter. 

Jembatan ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Bagian paling ikonik dari Suramadu adalah jembatan utama dengan konstruksi cable stayed atau kabel pancang yang ditopang dua menara setinggi sekitar 140 meter.

Jembatan utama tersebut memiliki bentang tengah sepanjang 434 meter dan dirancang agar kapal laut tetap bisa melintas di bawahnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved