Bangga Jawa Timur

Lima Kuliner Khas Gresik yang Legendaris, dari Nasi Krawu hingga Sate Laler

Kuliner khas Gresik tak cuma Nasi Krawu! Ada Sego Roomo, Nasi Menir hingga Sate Laler dengan cita rasa unik dan tradisi yang masih terjaga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Regha Ayunda Bella | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Willy Abraham
KULINER KHAS GRESIK – Deretan kuliner khas Gresik mulai dari Nasi Krawu, Sego Roomo, Nasi Menir, hingga Sate Laler dan Ikan Sembilang Kelo Kuning menghadirkan cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah yang mencerminkan kekayaan kuliner pesisir Kota Santri. 
Ringkasan Berita:
  • Gresik memiliki beragam kuliner khas unik seperti Nasi Krawu, Sego Roomo, hingga Nasi Menir yang masih bertahan secara turun-temurun.
  • Kuliner khas Gresik terkenal karena penggunaan rempah tradisional, penyajian daun pisang, dan cita rasa gurih pedas yang khas.
  • Selain makanan berbahan daging sapi, Gresik juga memiliki kuliner pesisir seperti Ikan Sembilang Kelo Kuning dan Sate Laler yang terkenal karena keunikan rasa serta cara penyajiannya.

 

TRIBUNJATIM.COM – Kabupaten Gresik dikenal sebagai Kota Santri dan Kota Industri. Namun di balik identitas tersebut, Gresik juga menyimpan ragam kuliner tradisional yang masih bertahan hingga sekarang.

Kuliner khas Gresik memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dibanding daerah lain di Jawa Timur.

Mulai dari sajian berbahan daging sapi, olahan ikan, hingga nasi tradisional dengan kuah khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sejumlah makanan khas Gresik bahkan sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun.

Beberapa di antaranya juga terkenal karena cara penyajiannya yang masih mempertahankan tradisi lama.

Tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat lokal, kuliner khas Gresik juga banyak diburu wisatawan yang datang ke kota wali tersebut.

Keunikan rasa, penggunaan rempah, hingga penyajian menggunakan daun pisang membuat makanan khas Gresik terasa semakin autentik.

Berikut lima kuliner khas Gresik yang wajib dicoba karena memiliki cita rasa unik serta berbeda dari kuliner Jawa Timur lainnya.

Nasi Krawu

Nasi krawu adalah kuliner ikonik khas Gresik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak tahun 2022. Nama "krawu" berasal dari istilah Jawa krawukan atau dikrawuk. (Kompas.com)

Nasi Krawu menjadi kuliner paling populer dari Gresik. Makanan ini sebenarnya berasal dari Madura dan dibawa para perantau yang kemudian menetap di Gresik hingga akhirnya terkenal sebagai ikon kuliner kota tersebut.

Seporsi Nasi Krawu terdiri dari nasi putih hangat, daging sapi suwir, jeroan sapi, sambal pedas, dan serundeng.

Keunikan hidangan ini terletak pada penggunaan dua jenis serundeng, yakni serundeng kuning yang gurih dan serundeng merah dengan cita rasa pedas.

Dikutip dari kompas.com, Nasi Krawu juga identik dengan sambal terasi khas Gresik yang memiliki rasa pedas tajam dan gurih.

Kuliner ini biasanya disajikan menggunakan alas daun pisang atau pincuk sehingga aromanya semakin menggugah selera.

Selain itu, di Gresik sendiri terdapat dua jenis penyajian nasi krawu, yakni versi basah dan kering. Nasi krawu basah diberi sedikit kuah semur, sedangkan versi kering disajikan tanpa kuah sama sekali.

Salah satu warung legendaris yang terkenal adalah Nasi Krawu Bu Tiban di Jalan Veteran. Hingga kini, kuliner tersebut masih menjadi menu favorit masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Gresik.

Baca juga: Tujuh Kuliner Khas Bondowoso, dari Tape Manis hingga Kopi Blangkon yang Kaya Rempah

Sego Roomo

Sego Roomo (atau sering disebut Bubur Roomo) adalah kuliner legendaris khas dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Sego Roomo (atau sering disebut Bubur Roomo) adalah kuliner legendaris khas dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik, Jawa Timur. (disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Sego Roomo termasuk makanan tradisional khas Gresik yang kini mulai jarang ditemukan. Nama kuliner ini diambil dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Sego Roomo memiliki tampilan yang unik karena sekilas menyerupai bubur. Makanan ini disajikan di atas daun pisang lengkap dengan kuah kuning khas yang disebut roomo.

Kuah tersebut dibuat dari campuran rempah dan parutan kelapa sehingga menghasilkan rasa gurih dan sedikit pedas. Biasanya Sego Roomo disajikan bersama kerupuk, serundeng, dan taburan koya kelapa.

Dilansir dari berbagai sumber, masyarakat Gresik juga menyebut Sego Roomo sebagai bubur roomo karena teksturnya yang lebih lembut dibanding nasi biasa. Meski sederhana, kuliner ini sangat mengenyangkan.

Kini penjual Sego Roomo tidak terlalu banyak ditemukan. Namun makanan khas tersebut masih diburu para pecinta kuliner tradisional karena cita rasanya yang khas dan sulit ditemukan di daerah lain.

Baca juga: Lezat dan Kaya Rempah, Ini Tujuh Kuliner Khas Situbondo yang Bikin Ketagihan

Nasi Menir

Nasi Menir atau sego mener menjadi kuliner tradisional khas Gresik yang tergolong langka. Nama menir berasal dari bahan utamanya yaitu beras pecahan hasil gilingan padi.

Berbeda dari nasi biasa, nasi menir disajikan dengan kuah sayur khas yang dicampur ulekan beras menir. Kuah tersebut berisi kangkung, labu, bawang merah, bawang putih, dan temu kunci.

Cita rasa nasi menir cenderung segar seperti sayur bening. Namun teksturnya sedikit lebih kental karena adanya campuran beras menir dalam kuahnya.

Nasi menir biasanya disajikan bersama lauk seperti babat kecap, pindang goreng, gimbal udang, hingga sambal mangga muda atau pencit.

Saat ini penjual nasi menir sudah mulai berkurang. Meski demikian, beberapa pedagang di Pasar Gresik masih mempertahankan kuliner tradisional tersebut agar tidak hilang ditelan zaman.

Baca juga: Tujuh Kuliner Khas Pacitan yang Unik dan Jarang Ditemui, Wajib Dicoba!

Ikan Sembilang Kelo Kuning

Ikan Sembilang Kelo Kuning adalah kuliner khas Gresik, Jawa Timur, yang sangat populer karena perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam segarnya.
Ikan Sembilang Kelo Kuning adalah kuliner khas Gresik, Jawa Timur, yang sangat populer karena perpaduan rasa gurih, pedas, dan asam segarnya. (TribunJatim.com/Wiwit Purwanto)

Sebagai daerah pesisir, Gresik memiliki banyak olahan seafood tradisional. Salah satu yang paling terkenal adalah Ikan Sembilang Kelo Kuning.

Kuliner ini banyak ditemukan di kawasan Pantura Gresik. Ikan sembilang dimasak menggunakan kuah kuning berbumbu rempah lengkap dan cabai utuh sehingga menghasilkan rasa gurih pedas.

Daging ikan sembilang memiliki tekstur lembut mirip bandeng, tetapi jumlah durinya lebih sedikit. Hal itu membuat ikan sembilang semakin digemari para pecinta kuliner laut.

Salah satu tempat makan terkenal yang menyajikan menu ini adalah Warung Cak Kasan di kawasan Mengare, Gresik.

Selain ikan sembilang, warung tersebut juga menyediakan aneka olahan seafood lain seperti cumi, bandeng, dan ikan keting.

Pengunjung biasanya menikmati sajian tersebut dengan konsep lesehan sederhana khas pesisir.

Baca juga: Dari Tahu Takwa sampai Sate Bekicot, Ini Tujuh Kuliner Khas Kediri yang Bikin Ketagihan

Sate Laler

Sate Laler di Gresik adalah kuliner malam yang sangat khas, terutama di wilayah utara seperti Sidayu, Bungah, dan Dukun. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate ini menggunakan potongan daging kambing muda yang dipotong sangat kecil (seukuran lalat) dan ditusuk menggunakan lidi ramping agar bumbu kacangnya meresap sempurna.
Sate Laler di Gresik adalah kuliner malam yang sangat khas, terutama di wilayah utara seperti Sidayu, Bungah, dan Dukun. Berbeda dengan sate pada umumnya, sate ini menggunakan potongan daging kambing muda yang dipotong sangat kecil (seukuran lalat). (TribunJatim.com/Willy Abraham)

Kuliner unik lainnya dari Gresik adalah Sate Laler yang terkenal di kawasan Alun-alun Sidayu. Nama “laler” sendiri berasal dari ukuran potongan daging sate yang sangat kecil menyerupai lalat.

Sate ini menggunakan daging kambing muda yang dipotong kecil-kecil lalu dibakar dan disiram bumbu kacang khas.

Meski ukurannya mungil, cita rasa sate laler sangat khas karena tekstur dagingnya empuk dan gurih. Banyak pengunjung bahkan mengaku ketagihan setelah mencicipinya.

Keunikan lain dari sate laler terletak pada suasana warungnya. Penjual biasanya berjualan secara lesehan menggunakan rombong bambu dan penerangan lampu teplok tradisional .

Sate laler menjadi salah satu kuliner malam favorit di Gresik. Bahkan hidangan tersebut juga kerap diburu pejabat hingga wisatawan luar daerah yang penasaran dengan keunikannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved