Sejarah di Jatim

Sejarah Taman Nasional Baluran, dari Hutan Lindung hingga Dijuluki Africa van Java

Taman Nasional Baluran dikenal sebagai Africa van Java dengan hamparan savana dan satwa endemik. Begini sejarah serta pesona kawasan konservasinya.

Tayang:
Penulis: Ayesha Naila Tsabita | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
SEJARAH TAMAN NASIONAL BALURAN - Taman Nasional Baluran berawal dari kawasan hutan lindung di era Hindia Belanda hingga akhirnya ditetapkan sebagai taman nasional pada 1980. Kini dikenal sebagai Africa van Java dengan savana luas dan kekayaan satwa liar yang tetap dijaga kelestariannya. 

Dijuluki Africa van Java

Taman Nasional Baluran dikenal luas dengan julukan Africa van Java

Julukan itu muncul karena kawasan Baluran memiliki bentang savana yang luas dan menyerupai padang rumput di Afrika.

Salah satu lokasi paling terkenal adalah Savana Bekol. Area ini kerap menjadi tempat wisata favorit karena pengunjung bisa melihat hamparan rumput luas dengan latar Gunung Baluran.

Selain savana, Baluran juga memiliki berbagai tipe ekosistem lain seperti hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hingga pegunungan.

Kawasan tersebut juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangat tinggi. 

Berdasarkan data pengelola kawasan, terdapat sekitar 444 jenis tumbuhan dan ratusan jenis satwa liar di Baluran.

Beberapa satwa yang hidup di kawasan ini antara lain banteng Jawa, rusa, kijang, ajag, lutung, monyet ekor panjang, hingga macan tutul.

Baca juga: Wisata Situbondo Dinilai Mampu Dongkrak Kesejahteraan Warga, Yoyok Mulyadi Tekankan Peran Perawatan

Akses jalan masuk Taman Nasional Baluran menuju Pantai Bama melalui Savana Bekol.
Akses jalan masuk Taman Nasional Baluran menuju Pantai Bama melalui Savana Bekol. (TribunJatim.com/Nur Ika Anisa)

Potensi Wisata dan Tantangan

Selain dikenal sebagai kawasan konservasi, Baluran juga menjadi destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur

Beberapa lokasi wisata yang populer antara lain Pantai Bama, Savana Bekol, Evergreen Forest, hingga Gua Jepang.

Pantai Bama menjadi salah satu titik wisata paling ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan pantai ini terkenal dengan pasir putih dan hutan mangrovenya.

Namun di balik keindahan alamnya, Taman Nasional Baluran juga menghadapi sejumlah tantangan konservasi. 

Salah satunya adalah penyebaran tanaman invasif Acacia nilotica yang mengganggu ekosistem savana.

Tanaman tersebut diketahui mulai diperkenalkan pada tahun 1969 sebagai sekat bakar. Namun pertumbuhannya yang sangat cepat membuat area padang rumput alami semakin menyempit.

Kondisi itu berdampak pada habitat satwa liar, termasuk banteng Jawa yang menjadi ikon utama Taman Nasional Baluran.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved