Ramalan Cuaca Jatim

Ramalan Cuaca Jatim Kamis 28 Mei 2026, Mayoritas Cerah, 7 Daerah Potensi Hujan Siang Hari

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Jawa Timur pada Kamis (28/5/2026), umumnya cerah di sebagian besar daerah.

Tayang:
TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
CUACA TERIK - Cuaca terik dan berawan di Kabupaten Pasuruan pada Minggu (3/5/2026). Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Jawa Timur pada Kamis (28/5/2026), umumnya cerah di sebagian besar daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di wilayah Jawa Timur pada Kamis (28/5/2026), umumnya cerah di sebagian besar daerah.
  • Meski didominasi cuaca cerah, beberapa wilayah diperkirakan mengalami hujan ringan mulai pagi hingga sore hari, yakni Gresik, Batu, Malang, Lamongan, Magetan, Pamekasan, dan Sidoarjo.
  • Suhu udara tertinggi diprediksi terjadi di Surabaya dan Pasuruan dengan kisaran 24–33 derajat Celsius.

 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini ramalan cuaca Jatim pada Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut laman BMKG, seluruh daerah di Jawa Timur akan cerah.

Namun sejumlah daerah berpotensi diguyur hujan ringan mulai pagi hingga sore hari.

Daerah Diprediksi Hujan Ringan:

  • Gresik
  • Kota Batu
  • Kota Malang
  • Lamongan
  • Magetan
  • Pamekasan
  • Sidoarjo

Suhu Udara di Jawa Timur

Kota Pasuruan dan Surabaya: 24–33°C, menjadi daerah paling panas.

Kota Batu: 16–22°C, tercatat sebagai daerah terdingin.

Rata-rata suhu udara di Jawa Timur pada 24 Mei 2026: 24-30°C.

Baca juga: Daftar 6 Provinsi yang Diwaspadai BMKG soal Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Imbas El Nino

Baca juga: Kemarau El Nino 2026 di Jatim Mencapai Puncaknya pada Agustus, BMKG: Lebih Kering dan Lebih Lama

BMKG Potensi Hujan Masih Tinggi Pekan Depan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi berbagai dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

Dilansir bmkg.go.id, berdasarkan analisis iklim global terbaru, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) saat ini terpantau berada pada fase El Niño Condition.

Hal tersebut ditandai dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -11,5 dan indeks NINO 3.4 sebesar +0,68.

BMKG menjelaskan, kondisi El Niño umumnya berkaitan dengan berkurangnya aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama kawasan timur.

Meski demikian, dinamika atmosfer intraseasonal masih memberikan dukungan terhadap terbentuknya awan hujan.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan berada pada fase 4 atau Maritime Continent. Berdasarkan analisis filter spasial, aktivitas MJO berpotensi aktif di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, bagian selatan Maluku Utara, hingga bagian utara Papua.

Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan peluang pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Indonesia meskipun pengaruh El Niño masih berlangsung.

Selain MJO, BMKG menyebut dalam sepekan mendatang cuaca Indonesia juga dipengaruhi aktivitas beberapa gelombang atmosfer.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved