DPRD Jatim Dukung WFH ASN Dipindah ke Jumat, Selaras dengan Pemerintah Pusat

DPRD Jatim menyambut baik keputusan Pemprov yang mengubah jadwal Work From Home (WFH) ASN dari hari Rabu menjadi hari Jumat.

Tayang:
Tribun Jatim Network
NGOBROL BARENG DEWAN - Anggota Komisi A DPRD Jatim Saifudin Zuhri saat hadir dalam Podcast Ngobrol Bareng Dewan di Studio TribunJatim Network di Malang, belum lama ini. 

"Saya berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur," terang mantan aktivis mahasiswa ini.

Penyesuaian Jadwal

Kebijakan WFH ASN Pemprov Jatim yang semula dilakukan di hari Rabu diganti setiap Jumat mulai Juni 2026.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah usai mengumpulkan OPD Pemprov Jatim dalam rapat pleno di Gedung Negara Grahadi.

“Kebijakan WFH akan kita lanjutkan. Tapi ada penyesuaian ya, yang semua Rabu diganti hari Jumat mulai Juni 2026,” kata Khofifah, Sabtu (30/5/2026). 

Sebagaimana diketahui, sejak April 2026, ASN Pemprov Jatim diberlakukan sistem kerja WFH dengan semangat penghematan energi. Baik itu hemat penggunaan BBM, listrik, air dan juga telepon kantor. 

Hal senada dijelaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Pada TribunJatim.com, Emil menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan WFH ASN Pemprov Jatim efektif menekan konsumsi BBM.

“Dampaknya positif dan alhamdulillah kinerja ASN relatif bisa kita jaga dari rekan-rekan yang melakukan WFH," kata Emil.

Lebih lanjut Emil menegaskan bahwa dampak yang cukup signifikan dalam pelaksanaan WFH adalah konsumsi BBM dan juga perjalanan dinas yang cukup banyak dikurangi.

"Yang signifikan adalah penghematan BBM karena kan tidak bepergiannya para pegawai karena mereka benar-benar bekerja dari rumah. Selain itu juga sudah mulai diterapkan video conference atau rapat online guna memastikan bahwa rekan-rekan ini bekerja dari rumah,” tegasnya. 

Sedari awal Pemprov Jatim dikatakan Emil telah mewanti bahwa WFH tidak boleh diartikan libur. Teknologi digital dimanfaat untuk menjaga produktifitas meskipun tidak secara fisik berada di kantor. 

“Itu yang jadi penting, jadi penghematan dari sisi terbesar pengurangan konsumsi BBM dari pegawai. Kalau dari sisi pemerintah kan sebenarnya kita sudah mengurangi perjalanan dinas juga ya, penggunaan BBM di kantor berkurang tetapi yang besar pengurangan dari itu,” pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved