Sopir Truk Antre Hingga 3 Jam, DPRD Tuban Minta Evaluasi Distribusi Solar Subsidi

Antrean panjang kendaraan pengangkut barang dan truk terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Tuban dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nurkholis | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Muhammad Nurkholis
BIO SOLAR - Antrean truk mengular di SPBU 53.623.26 Merakurak, Kabupaten Tuban, Senin (1/6/2026). Para sopir mengaku harus menunggu hingga tiga jam untuk mendapatkan BBM subsidi jenis Bio Solar yang sulit diperoleh dalam sepekan terakhir. 

Menurutnya, klaim stok aman perlu dibuktikan dengan kondisi di lapangan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Masyarakat membutuhkan, tapi tidak juga mendapatkan. Ya paradoks. Di satu sisi diklaim aman, tapi di lapangan masih terjadi antrean. Berarti kan tidak sesuai dengan kenyataannya," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Lucky menilai dampak terbesar dari sulitnya mendapatkan solar, dirasakan oleh masyarakat kecil seperti sopir truk yang setiap hari bekerja mengangkut barang, nelayan yang melaut, hingga petani yang membutuhkan BBM untuk mengairi sawahnya.

"Ketika solar belum didapat, yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil," imbuhnya.

Menurutnya, persoalan solar subsidi sudah menjadi ancaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Karena itu, DPRD meminta pemerintah dan pihak terkait memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran.

Terlebih saat ini tengah masuk musim tanam di wilayah Kabupaten Tuban menjadikan meningkatnya kebutuhan solar di sektor pertanian. Untuk itu Lucky mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM subsidi.

"Kami meminta evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi solar bersubsidi, mulai dari pengawasan, pendataan penerima, hingga mekanisme penyaluran di lapangan," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved