Sejarah di Jatim

Mengulik Museum Sunan Giri Gresik, Rumah Koleksi dari Masa Hindu-Buddha dan Islam hingga Modern

Bukan sekadar tempat penyimpanan benda kuno, Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri" menghadirkan kisah perjalanan Gresik dari masa ke masa.

Tayang:
disparekrafbudpora.gresikkab.go.id
MUSEUM SUNAN GIRI – Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri" adalah pusat pelestarian sejarah dan edukasi di Jawa Timur yang menampilkan peradaban Gresik dari zaman prasejarah, kerajaan Hindu-Buddha, era penyebaran Islam, hingga masa kolonial. Dinamai dari tokoh Wali Songo, museum ini menyimpan koleksi arkeologi, keramik kuno, serta peninggalan bersejarah. 

Melalui Museum Sunan Giri, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan kembali sejarah perjuangan, warisan budaya, dan pengaruh Sunan Giri kepada generasi masa kini.

Museum ini juga menjadi sarana untuk memahami perjalanan Gresik sebagai salah satu pusat penyebaran Islam dan kota pelabuhan penting di Nusantara.

Sempat Berpindah Lokasi

Pada awal berdirinya, Museum Sunan Giri menempati bangunan yang berlokasi di Jalan Pahlawan Nomor 24, Kabupaten Gresik.

Namun disitir dari disparekrafbudpora.gresikkab.go.id, sejak tahun 2017 museum dipindahkan ke Kompleks Makam Sunan Giri di Jalan Sunan Giri Nomor 2A, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Lokasinya berada di sisi barat gapura atau gerbang utama kompleks makam Sunan Giri, sehingga lebih mudah dijangkau oleh peziarah maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata religi tersebut.

Posisi museum juga cukup strategis karena berjarak sekitar 1 kilometer dari Pelabuhan Gresik dan sekitar 10 kilometer dari Terminal Bus Gresik, sehingga memudahkan akses bagi pengunjung yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Kabupaten Gresik sekaligus berziarah ke makam Sunan Giri.

Baca juga: Museum Dirgantara A Sulaksono Malang, Wisata Edukasi Gratis yang Simpan Kisah Perjuangan TNI AU

Museum Umum dengan Koleksi Lintas Zaman

Fragmen Keramik Cina Dinasti Qing abad ke-XVII yang ditemukan di Situs Benteng Lodewijk.
Fragmen Keramik Cina Dinasti Qing abad ke-XVII yang ditemukan di Situs Benteng Lodewijk. (disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” termasuk kategori museum umum karena koleksinya tidak hanya berkaitan dengan Sunan Giri, tetapi juga merepresentasikan perjalanan sejarah dan budaya Kabupaten Gresik dari berbagai periode.

Dilansir dari situs Pemerintah Kabupaten Gresik, museum ini menyimpan beragam koleksi yang berasal dari masa prasejarah, era kerajaan Hindu-Buddha, perkembangan Islam, masa kolonial, hingga periode pascakemerdekaan.

Keberagaman koleksi tersebut menjadikan museum sebagai pusat informasi sejarah daerah yang lengkap.

Adapun berbagai koleksi yang dipamerkan meliputi artefak arkeologi dari masa Hindu-Buddha, koleksi sejarah Islam dan peninggalan Sunan Giri, hingga benda-benda peninggalan masa kolonial.

Selain itu, museum ini juga menyimpan koleksi etnografi seperti perlengkapan tradisional masyarakat, koleksi numismatik dan heraldik, dokumentasi foto sejarah, serta arsip dan naskah kuno yang merekam perjalanan panjang Kabupaten Gresik dari masa ke masa.

Seluruh koleksi tersebut disusun secara kronologis dan tematik sehingga memudahkan pengunjung memahami perkembangan peradaban, kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Gresik dari masa ke masa.

Hingga kini, Museum Sunan Giri juga terus menambah dan memperkaya koleksinya yang telah mencapai puluhan benda bersejarah dari berbagai periode penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Gresik.

Baca juga: Museum Daerah Kabupaten Lumajang, Pusat Pelestarian Sejarah dan Edukasi Budaya Lokal Kota Pisang

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved