Sejarah di Jatim

Mengulik Museum Sunan Giri Gresik, Rumah Koleksi dari Masa Hindu-Buddha dan Islam hingga Modern

Bukan sekadar tempat penyimpanan benda kuno, Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri" menghadirkan kisah perjalanan Gresik dari masa ke masa.

Tayang:
disparekrafbudpora.gresikkab.go.id
MUSEUM SUNAN GIRI – Museum Daerah Kabupaten Gresik "Sunan Giri" adalah pusat pelestarian sejarah dan edukasi di Jawa Timur yang menampilkan peradaban Gresik dari zaman prasejarah, kerajaan Hindu-Buddha, era penyebaran Islam, hingga masa kolonial. Dinamai dari tokoh Wali Songo, museum ini menyimpan koleksi arkeologi, keramik kuno, serta peninggalan bersejarah. 

Diektahui, keris tersebut memiliki 13 luk dengan hiasan sulur berlapis emas pada bagian pangkal bilahnya, sehingga menjadi salah satu benda yang memiliki nilai sejarah dan simbolik tinggi dalam tradisi masyarakat Gresik.

4. Tombak Dinasti Giri

Museum Sunan Giri juga menyimpan sejumlah tombak yang diyakini berasal dari lingkungan Dinasti Giri dan pernah digunakan sebagai perlengkapan pertahanan serta keamanan pada masa Kesultanan Giri berkembang.

Koleksi ini menjadi bukti peran penting kerajaan Islam tersebut dalam menjaga wilayah dan stabilitas masyarakat pada masanya.

Beberapa tombak memiliki bentuk yang unik, termasuk tombak canggah, yaitu tombak bercabang yang dahulu digunakan untuk menangkap dan menggiring pelaku kejahatan.

Keberadaan koleksi ini menggambarkan tentang perkembangan teknologi persenjataan dan sistem keamanan pada era Dinasti Giri.

5. Pelana Kuda

Pelana kuda yang diduga merupakan warisan dari pengikut Sunan Giri.
Pelana kuda yang diduga merupakan warisan dari pengikut Sunan Giri. (disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Koleksi menarik lainnya di Museum Sunan Giri adalah pelana kuda yang berasal dari Masjid Ainul Yaqin, Desa Giri, Kecamatan Kebomas.

Menurut cerita masyarakat setempat, pelana tersebut dipercaya pernah digunakan oleh salah satu pengikut Sunan Giri dalam aktivitas dakwah dan perjalanan.

Keberadaan pelana ini menjadi salah satu bukti yang menggambarkan peran transportasi pada masa penyebaran Islam di Gresik, sekaligus memperkaya koleksi sejarah yang berkaitan dengan lingkungan dan pengaruh Sunan Giri.

6. Umpak Kayu Pendopo Makam Sunan Giri

Koleksi bersejarah lainnya yang tersimpan di Museum Sunan Giri adalah umpak kayu yang dahulu digunakan sebagai penyangga tiang bangunan pendopo cungkup makam Sunan Giri.

Umpak ini berfungsi sebagai alas penahan beban tiang sekaligus menjadi bagian penting dari konstruksi bangunan pada masanya.

Benda tersebut terbuat dari kayu jati dan dihiasi ukiran motif karang yang umum ditemukan pada bangunan-bangunan dari masa perkembangan Islam.

Keberadaannya menunjukkan seni ukir dan arsitektur tradisional yang berkembang di lingkungan Sunan Giri pada masa lampau.

7. Bedug Peninggalan Maulana Malik Ibrahim

Salah satu koleksi unggulan Museum Sunan Giri adalah bedug kuno yang berasal dari Masjid Pasucinan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Bedug ini menjadi benda bersejarah yang menarik perhatian karena berkaitan dengan perkembangan awal Islam di wilayah Gresik.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, bedug tersebut diyakini sebagai peninggalan Maulana Malik Ibrahim, tokoh penyebar Islam awal di Gresik yang wafat pada tahun 1419 Masehi.

Keberadaan bedug ini tidak hanya mencerminkan tradisi keagamaan masyarakat Muslim pada masa lampau, tetapi juga menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.

8. Terbang atau Rebana

Museum Sunan Giri juga menyimpan koleksi terbang atau rebana, alat musik tradisional bernuansa Islam yang menjadi bukti masuknya pengaruh budaya Timur Tengah ke Nusantara.

Kehadiran rebana menunjukkan bagaimana unsur budaya dan dakwah Islam berkembang serta berakulturasi dengan kehidupan masyarakat lokal.

Pada masa lalu, rebana digunakan sebagai pengiring pembacaan syair-syair keagamaan dan puji-pujian bernapaskan Islam.

Tradisi tersebut bahkan masih dapat dijumpai hingga kini dan menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat Muslim di berbagai daerah.

Baca juga: Museum Dr Soetomo Surabaya, Menelusuri Jejak Pendiri Boedi Oetomo dan Kebangkitan Lewat Pendidikan

Koleksi Naskah dan Al-Qur'an Tulis Tangan

Kitab Khotbah berbentuk buku dalam Bulan Hijriyah yang saat ini 11 jilid, dimana buku khutbah Bulan Dzulhijjah tidak ditemukan.
Kitab Khotbah berbentuk buku dalam Bulan Hijriyah yang saat ini 11 jilid, dimana buku khutbah Bulan Dzulhijjah tidak ditemukan. (disparekrafbudpora.gresikkab.go.id)

Museum Sunan Giri juga menyimpan berbagai naskah kuno yang menjadi sumber penting untuk mempelajari sejarah Islam dan perkembangan budaya di Gresik.

Koleksinya mencakup Al-Qur'an tulisan tangan, Kitab Khotbah Jumat, serta naskah babad yang mengisahkan tokoh-tokoh penting, termasuk cerita tentang Sindujoyo.

Naskah-naskah tersebut ditulis tangan menggunakan tinta Cina pada kertas tradisional atau kertas deluang.

Salah satu koleksi yang paling menonjol adalah Al-Qur'an tulisan tangan lengkap 30 juz yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 Masehi dan dihiasi ornamen tinta merah, biru, serta emas pada beberapa halamannya.

Selain itu, museum juga menyimpan Kitab Khotbah Jumat yang terdiri dari 11 jilid dan dahulu digunakan sebagai pedoman khotbah pada berbagai bulan dalam kalender Hijriah.

Fasilitas dan Ruang Pamer

Museum Sunan Giri memiliki berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kegiatan edukasi dan wisata sejarah.

Di antaranya terdapat tiga ruang pamer utama yang membahas periode Hindu-Buddha, perkembangan Islam, dan masa kolonial.

Selain itu terdapat Ruang Peradaban yang berfungsi sebagai perpustakaan mini sekaligus ruang edukasi audiovisual mengenai sejarah dan kearifan lokal Kabupaten Gresik.

Museum juga dilengkapi ruang konservasi koleksi, ruang administrasi, toko suvenir, area parkir, toilet, hingga fasilitas pendukung di kawasan wisata religi Sunan Giri.

Baca juga: Museum Sunan Drajat Lamongan, Jejak Dakwah Wali Songo dan Warisan Islam untuk Edukasi Sejarah

Menjadi Pusat Pelestarian Sejarah Gresik

Hingga kini, Museum Daerah Kabupaten Gresik “Sunan Giri” terus menambah, merawat, dan melestarikan berbagai koleksi sejarah yang dimilikinya.

Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang memperkenalkan perjalanan panjang sejarah, budaya, dan peradaban Gresik kepada masyarakat.

Melalui koleksi artefak, naskah kuno, peninggalan Islam, serta dokumentasi sejarah daerah, museum berperan sebagai jembatan yang menghubungkan generasi masa kini dengan warisan masa lalu.

Sebagai salah satu kota tertua di Pulau Jawa sekaligus pusat awal penyebaran Islam di Nusantara, Gresik memiliki kekayaan sejarah yang sangat berharga, dan melalui Museum Sunan Giri warisan tersebut dapat terus dijaga, dipelajari, serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved