Harga LPG Nonsubsidi Naik Tinggi, Warga Jember Mulai Beralih ke Tabung 3 Kg

Kenaikan harga elpiji (LPG) non subsidi dikeluhkan oleh warga Jember. Warga yang mengeluh baik ibu rumah tangga maupun pelaku usaha.

Penulis: Imam Nawawi | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Sri Wahyunik
Tabung LPG 5,5 kilogram di sebuah agen di Kecamatan Kaliwates, Jember. Harga elpiji non subsidi naik, untuk 5,5 kilogram menjadi Rp 112.000, dan ukuran 12 kilogram menjadi Rp 237.000 

Mahal Tapi Pasokan Belum Normal

Di sisi lain, pasokan elpiji ukuran tabung LPG 5,5 kilogram dan 12 kilogram berkurang.

Seorang penjual eceran mengaku mendapatkan kabar jika LPG 5,5 kilogram di agen yang biasa mengirim ke warungnya saat ini kosong.

"Katanya harganya naik, tetapi saya belum dapat kiriman. Agen yang biasa ngirim ke saya bilang, kalau barangnya kosong," ujar Ny Wati, seorang pemilik warung eceran di Jl Imam Bonjol Kecamatan Kaliwates, Jember.

Seorang pegawai di sebuah agen elpiji di Talangsari Kecamatan Kaliwates Jember mengakui memang ada pengurangan pasokan.

"Namun barang sekarang ada. Dan memang ada kenaikan harga, terakhir tanggal 18 April lalu. Sepekan lalu, juga sudah ada kenaikan," ujar Lestari, pegawai di agen tersebut.

Lestari tidak mengetahui berapa jumlah pengurangan di agennya, karena datanya dipegang oleh pemilik agen.

Ketua DPC Hiwana Migas Besuki Ikbal Wilda Fardana juga mengakui saat ini pasokan elpiji untuk non PSO (nonsubsidi) masih belum normal.

"Informasinya sekarang belum normal, namun sejak pekan lalu sudah ada tambahan. Kami berharap ini terus berlanjut, sehingga tidak ada pembatasan lagi," ujar Ikbal kepada TribunJatim Timur.com, Senin (20/4/2026).

Ikbal berharap seiring kenaikan harga elpiji nonsubsidi, ada pengawasan ketat supaya tidak ada penyelewengan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved