DPRD Jatim
DPRD Jatim Dorong Seluruh BUMD di Jawa Timur Berkinerja Optimal
Optimalisasi terhadap seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dibawah Pemprov Jawa Timur kembali disuarakan DPRD Jatim.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Sudarma Adi
Juru Bicara Fraksi PKB Yoyok Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemprov perlu melakukan berbagai upaya strategis. Diantaranya adalah Melakukan langkah-langkah perbaikan kinerja BUMD secara terukur dan komprehensif, dengan menjadikan rekomendasi Pansus BUMD sebagai parameter utama evaluasi.
"Mengidentifikasi serta menetapkan orientasi tujuan yang jelas pada setiap entitas BUMD beserta anak perusahaannya. Pemerintah provinsi harus mempertegas batas antara entitas yang murni berorientasi laba (profit oriented) dan unit yang mengemban misi pelayanan (public service oriented)," jelasnya.
Selain PKS dan PKB, Fraksi Partai Gerindra pun memasukkan dorongan optimalisasi BUMD dalam pandangan akhir mereka.
Pengelolaan BUMD didorong untuk terus diperkuat melalui tata kelola yang sehat, profesional, dan terukur. Dorongan penilaian kinerja BUMD harus berbasis indikator yang jelas.
"Seperti kesehatan keuangan, kontribusi dividen, kualitas aset, tata kelola, dan dukungan terhadap misi pembangunan daerah. Penyertaan modal perlu disertai rencana bisnis yang terukur dan dapat dievaluasi," kata Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra MH Rofiq.
Meski menyampaikan catatan kritis, namun seluruh fraksi akhirnya menyetujui LKPJ Gubernur Jatim 2025.
Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf menyebut ini menjadi kesimpulan dalam rapat paripurna tersebut namun dengan rekomendasi yang juga diberikan. Yakni, untuk penyempurnaan kebijakan pembangunan ke depan.
"Kesimpulan pendapat akhir dari seluruh fraksi adalah menerima LKPJ tahun 2025. Catatan dan rekomendasi yang kami berikan merupakan wujud dukungan penuh DPRD agar langkah strategis pemerintah ke depan semakin sempurna dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Jawa Timur," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Tegaskan Penghargaan Bukan Target Utama
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, Panitia Khusus (Pansus) LKPJ, serta seluruh anggota DPRD Jawa Timur atas berbagai masukan, catatan strategis, dan rekomendasi yang diberikan kepada Pemprov.
Khofifah memastikan bahwa seluruh catatan tersebut akan menjadi evaluasi yang konstruktif bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di masa mendatang.
"Tentu akan menjadi perhatian bagi eksekutif untuk berbenah, melakukan koreksi, evaluasi dan perbaikan berbagai program pembangunan yang akan datang," ujarnya.
Secara khusus, Khofifah juga sempat menjawab terkait BUMD disela sambutannya. Khofifah meminta agar penilaian terhadap BUMD dilakukan secara proporsional sesuai karakter dan capaian masing-masing perusahaan daerah.
Dia mencontohkan kinerja Bank Jatim tahun 2025 yang dilaporkan pada RUPS 2026 berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih laba bersih tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.
"BUMD kita yang namanya Bank Jatim laba bersihnya tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah di Indonesia. Oleh karena itu menilai kinerja BUMD tidak bisa menggeneralisir," ucap Khofifah.
| Pansus LKPJ DPRD Jatim Soroti Sektor Pendidikan: 6 Indikator Kinerja Belum Tercapai di 2025 |
|
|---|
| Nasib Guru Honorer Terancam Larangan Mengajar 2027, DPRD Jatim Desak Pemerintah Beri Kepastian |
|
|---|
| DPRD Jatim Targetkan Raperda Tentang Disabilitas Target Selesai Tahun Ini: Bisa Bantu Disnaker |
|
|---|
| Kick Off RKPD Jatim 2027, Deni Wicaksono Dorong Penyamaan Persepsi untuk Pembangunan Responsif |
|
|---|
| Angka Kematian Penyakit Tidak Menular Tinggi, DPRD Jatim Desak Pemprov Fokus Preventif dan Edukasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/DPRD-Jatim-saat-menggelar-Rapat-Paripurna.jpg)