Warga Kediri Diminta Waspada Hantavirus, Kebersihan Rumah dan Lingkungan Jadi Kunci
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau warga waspada terhadap hantavirus dan leptospirosis yang ditularkan melalui tikus.
- Penularan penyakit terkait tikus ini dapat dicegah dengan menjaga kebersihan rumah, sanitasi lingkungan, dan menutup tempat penampungan air
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus maupun leptospirosis yang ditularkan melalui tikus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr Ahmad Khatib mengatakan penyebaran kedua penyakit tersebut erat kaitannya dengan kondisi kebersihan lingkungan dan sanitasi masyarakat.
"Sebenarnya kita ketahui bahwa hantavirus dan juga sekaligus leptospirosis itu sebagai penyebar penyakitnya adalah tikusnya," jelasnya saat ditemui usai pemberangkatan calon jamaah haji di SLG, Rabu (20/5/2026) sore.
Khatib menjelaskan, penularan leptospirosis bisa terjadi melalui kencing tikus, sedangkan hantavirus dapat menyebar melalui kontak dengan tikus maupun lingkungan yang terkontaminasi.
Karena itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus.
"Nah otomatis langkah-langkah yang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita menjaga higien dan sanitasi," katanya.
Menurutnya, tikus bisa masuk ke rumah dan mendekati manusia apabila lingkungan kotor atau terdapat sisa makanan yang terbuka.
"Kita bisa digigit tikus kalau kita menjaga kebersihan diri kurang. Misalnya tangan habis makan tidak cuci tangan pakai sabun. Otomatis makanan yang disukai tikus merangsang tikus untuk menggigit dan sebagainya," jelasnya.
Selain menjaga kebersihan diri, masyarakat juga diminta memperhatikan tempat penampungan air di rumah agar tidak menjadi area yang memicu berkembangnya penyakit.
"Atau juga kita tidak menutup tempat air, terutama air untuk mencuci dan yang tidak dimasak. Tentunya harus kita jaga supaya itu aman. Tempat gentong air harus kita tutup dan sebagainya," jelasnya.
Ia menegaskan, upaya paling penting dalam pencegahan hantavirus dan leptospirosis adalah memastikan rumah serta lingkungan sekitar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus.
"Jangan sampai rumah kita, lingkungan kita menjadi sarang daripada tikus. Itu yang paling utama di dalam hal mencegah kejangkitan hantavirus maupun penyakit leptospirosis," tegasnya.
Meski demikian Khatib memastikan hingga saat ini kondisi di Kabupaten Kediri masih aman dan belum ditemukan kasus yang mengkhawatirkan terkait hanta virus.
| Antisipasi Hantavirus, BBKK Surabaya Perketat Pengawasan di Bandara Juanda & Pelabuhan Tanjung Perak |
|
|---|
| Dokter Ingatkan Perilaku Hidup Sehat & Jaga Kebersihan Jadi Kunci Antisipasi Penyebaran Hantavirus |
|
|---|
| Daftar Risiko Hantavirus dan Cara Pencegahan agar Terhindar dari Penularan |
|
|---|
| Daftar Rumah Sakit Rujukan Hantavirus yang Disiapkan Kemenkes, Jawa Timur di Mana? |
|
|---|
| Daftar Aktivitas Harian Berisiko Tinggi Terpapar Hantavirus yang Perlu Diwaspadai Menurut Kemenkes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Dinkes-Kabupaten-Kediri-Minta-Warga-Waspadai-Hantavirus-Kebersihan-Lingkungan.jpg)