Dokter RS Premier Surabaya Ungkap Tanda Awal Parkinson yang Sering Diabaikan

Tremor satu sisi, sering jatuh tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa kaku, dan gerakan melambat bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Samsul Arifin
Istimewa
GEJALA PARKINSON - Artikel ini merupakan liputan eksklusif bersama dr. Nita Kurniawati, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf RS Premier Surabaya, dalam rangka edukasi Hari Parkinson Sedunia 11 April 2026. 

Bagian yang mengkhawatirkan ialah saat pasien akhirnya memeriksakan diri, kondisinya sudah memasuki stadium lanjut.

"Pada umumnya yang datang itu sudah grade dua-tiga," katanya.

Ia juga mengingatkan, jika gejala Parkinson yang muncul seperti gemetar dan kaku tersebut terjadi secara mendadak, jangan tunda pemeriksaan karena bisa jadi itu bukan Parkinson, melainkan stroke  yang membutuhkan penanganan darurat segera.

Seseorang yang pernah aktif dan mandiri, kemudian perlahan-lahan mulai sering jatuh, biasanya sudah menyadari ada yang berbeda pada dirinya.

"Pada umumnya pasien juga merasa. Dia sendiri sudah bilang, 'Saya sering jatuh kalau jalan, seperti mau jatuh ke depan,'" cerita dr. Nita menggambarkan keluhan yang kerap disampaikan pasiennya.

Terapi Penyembuhan Parkinson di RS Premier Surabaya

RS Premier Surabaya menyediakan layanan terpadu untuk penanganan Parkinson, mulai dari diagnosis hingga terapi rehabilitasi, dengan pendekatan tim multidisiplin yang menyeluruh. Terapi untuk Parkinson ini dikenal sebagai treatment holistik.

Langkah pertama adalah penegakan diagnosis yang akurat. "Metode pemeriksaan untuk gejala Parkinson pada umumnya dilakukan MRI 3 Tesla untuk memastikan penyebabnya dahulu apakah benar Parkinson Disease atau Parkinsonism akibat sebab lain," jelas dr. Nita.

Fasilitas MRI 3 Tesla yang dimiliki RS Premier Surabaya menjadi salah satu keunggulan utama dalam proses deteksi dini yang presisi.

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan dilanjutkan ke unit Rehabilitasi Medik RS Premier Surabaya. "Setelah mendiagnosis bahwa ini adalah gejala Parkinson dan pasien mengalami kesulitan melakukan daily activity, kita kirim ke dokter rehabilitasi medik untuk mengkaji apa saja problemnya," terang dr. Nita.

Tim rehab kemudian merancang program terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, misalnya latihan keseimbangan untuk mengatasi postural instability, atau latihan ketangkasan refleks bagi yang mengalami kekakuan dan lambat bergerak.

Terapi fisik bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari penanganan Parkinson.

"Terapi fisik itu paling penting. Kalau tidak ada latihan fisiknya, maka 90 persen dipastikan dia akan jatuh ke kondisi Parkinson yang lebih berat dalam waktu dekat," kata dr. Nita dengan tegas. 

Untuk kasus yang tidak merespons terapi konservatif dan obat-obatan, tersedia pilihan tindakan lebih lanjut.

"Kalau tidak tertangani, biasanya kita konsulkan ke dokter bedah saraf untuk pemasangan DBS atau Deep Brain Stimulation, yaitu alat seperti pacemaker yang dipasang di dalam otak untuk mengatur impuls dopamin," jelas dr. Nita. 

Penanganan di RS Premier Surabaya juga melibatkan psikiater apabila ditemukan gejala non-motorik seperti halusinasi, demensia, atau gangguan perilaku.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved