Kabupaten Madiun Jadi Lirikan Investor, UMK Kompetitif dan Dua Exit Tol Jadi Magnet Utama

Kabupaten Madiun menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tujuan investasi di Jawa Timur. Ketersediaan tenaga kerja yang melimpah

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jatim Network/Sofyan Arif Candra Sakti
INVESTASI - Pelayanan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Madiun di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Kamis (9/4/2026). Investasi di Kabupaten Madiun menunjukkan pertumbuhan positif, dengan daya tarik infrastruktur exil tol dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kompetitif Kampung Pesilat jadi jujugan investor. 

 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Madiun semakin diminati investor berkat UMK yang kompetitif, ketersediaan tenaga kerja, dan dukungan infrastruktur dua exit tol.
  • Target investasi tahun 2026 sebesar Rp1,3 triliun, dan hingga triwulan kedua telah terealisasi sekitar 50 persen.
  • Investasi yang masuk didominasi sektor industri padat karya, terutama industri alas kaki yang dinilai mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Kabupaten Madiun menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu tujuan investasi di Jawa Timur. 

Ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang kompetitif, serta dukungan infrastruktur berupa dua akses exit tol menjadi faktor utama yang mendorong masuknya investor ke wilayah tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun, Anang Sulistijono, mengungkapkan target investasi Kabupaten Madiun pada 2026 mencapai Rp1,3 triliun. 

Hingga triwulan kedua, realisasi investasi telah mencapai sekitar 50 persen dari target tersebut.

"Target investasi kita tahun 2026 sebesar Rp1,3 triliun. Sampai triwulan kedua ini sudah mencapai separuh dari target. Insyaallah sampai akhir tahun bisa memenuhi target," kata Anang, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, investasi yang masuk saat ini masih didominasi sektor industri padat karya sesuai arahan Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Hal tersebut diharapkan akan banyak membuka lapangan kerja baru di Kabupaten Madiun sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Baca juga: Imbas Harga Telur Anjlok, SPPG Kabupaten Madiun Serap 10 Ton per Minggu dari Peternak Magetan 

Salah satu yang paling banyak diminati investor adalah industri alas kaki yang saat ini telah memiliki beberapa titik pengembangan di wilayah Kabupaten Madiun.

"Mayoritas yang sekarang berkembang adalah industri padat karya, terutama yang berkaitan dengan alas kaki. Ada sekitar empat titik yang sudah kami pastikan. Selain itu ada juga rencana pembangunan pabrik stainless serta beberapa investasi padat karya lainnya di Kecamatan Balerejo," katanya.

Anang menjelaskan, salah satu alasan investor berbondong-bondong melirik Kabupaten Madiun adalah besaran UMK yang jauh lebih rendah dibandingkan kawasan industri utama Jawa Timur atau ring 1 meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya.

Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, khususnya industri padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja untuk berinvestasi di Kabupaten Madiun.

Baca juga: Dugaan Tahan Ijazah Karyawan, DPRD Kabupaten Madiun Turun Tangan Panggil Perusahaan: Itu Pelanggaran

Ditambah lagi adanya infrastruktur yang membuat konektivitas logistik menjadi lebih efisien yaitu keberadaan dua akses exit tol di Kabupaten Madiun. Yang pertama di Kecamatan Pilangkenceng, dan yang kedua adalah exil tol Dumpil di Kecamatan Madiun.

"Kita punya dua exit tol yang menjadi daya tarik luar biasa. Ditambah dukungan tenaga kerja yang tersedia dan komitmen pemerintah daerah yang sangat terbuka terhadap investasi, ini mempercepat masuknya investor," ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved