Puncak Arus Mudik Nataru di Terminal Arjosari Malang Diprediksi 24 Desember, Arus Balik 2 Januari
Terminal Arjosari Malang bersiap menghadapi lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Terminal Arjosari Malang bersiap menghadapi lonjakan penumpang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, diprediksi naik 50 persen dibanding tahun lalu, dari 5.000 menjadi 10.000 penumpang per hari.
- Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi bertahap, mulai 22 Desember 2025 dengan puncak keberangkatan pada 24 Desember, dan arus balik mulai 2 Januari 2026.
- Petugas tambahan ditempatkan di area kedatangan untuk mengarahkan penumpang agar tetap aman dan tertib, menghindari berjalan dekat jalur bus.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Terminal Arjosari Malang bersiap menghadapi lonjakan penumpang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati mengatakan, lonjakan penumpang saat libur Nataru diprediksi naik 50 persen dibandingan tahun lalu.
"Hal ini terjadi, karena libur Nataru pada tahun 2025 agak lama. Kalau normalnya 5.000 penumpang, maka saat Nataru nanti ada kenaikan hingga 10.000 penumpang baik keberangkatan maupun kedatangan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (16/12/2025).
Dirinya menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang akan terjadi secara bertahap. Dimulai dari tanggal 22 Desember 2025 hingga puncaknya terjadi di tanggal 24 Desember 2025.
"Jadi, ada yang namanya puncak awal dan puncak utama. Puncak awalnya pada 22 Desember saat anak-anak sekolah sudah mulai libur dan puncak utama arus keberangkatan pada 24 Desember. Lalu untuk prediksi arus balik, diperkirakan sudah terjadi mulai tanggal 2 Januari 2026," bebernya.
Baca juga: Ramp Check di Terminal Arjosari Malang. Petugas Temukan Kaca Depan Bus Retak Hingga Ban Vulkanisir
Dirinya menjelaskan, seluruh sarana dan prasarana terminal telah dibenahi dan telah siap menghadapi lonjakan penumpang. Termasuk melakukan pengujian kelaikan jalan (ramp check) terhadap seluruh bus baik yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
"Seluruh fasilitas terminal telah dibenahi, termasuk ada 2 petugas kami tempatkan di area kedatangan. Karena kecenderungan saat turun dari bus, penumpang tidak langsung ke koridor terminal dan justru berjalan dekat jalur bus. Dengan adanya petugas, maka penumpang langsung diarahkan ke koridor," terangnya.
Untuk mempermudah pemantauan secara real time, Terminal Arjosari juga telah memiliki aplikasi Terminal Online System (TOS) yang terhubung langsung dengan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
"Lewat aplikasi TOS ini, setiap harinya kami melaporkan data jumlah penumpang termasuk keberangkatan dan kedatangan bus. Selain itu, juga dapat dipantau lewat CCTV online dan ini semuanya langsung terhubung ke pusat yaitu Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan," pungkasnya.
Baca juga: Dicopot dari Sekda Tulungagung, Tri Hariadi Sempat Tenangkan Diri ke Malang
| Jelang 30 Menit Pesawat Mendarat di Tanah Air, Jemaah Haji Asal Malang Meninggal |
|
|---|
| Update Pendaki Terperosok ke Jurang Gunung Semeru, Evakuasi Terkendala Medan Terjal dan Kabut |
|
|---|
| Polemik Alun-alun Kabupaten Malang Semakin Panas, Ketua Fraksi PDIP Malang Skakmat Senior: Asbun |
|
|---|
| Asyik Berenang, Pemuda Asal Pakisaji Malang Malah Tenggelam di Embung Babadan Ngajum |
|
|---|
| Pedagang Telur di Malang Sambat soal Harga yang Tak Stabil, Kenaikan Biaya Pakan Diduga Jadi Sebab |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suasana-Terminal-Arjosari-Malang-pada-Selasa-16122025.jpg)