Buadi Kaget BPJS Cucu Mendadak Nonaktif saat Periksa Gigi, Terpaksa Bayar Rp150 Ribu

Seorang warga di Kota Malang, Buadi terkejut BPJS cucunya mendadak nonaktif saat periksa gigi.

Penulis: Benni Indo | Editor: Arie Noer Rachmawati
TribunJatim.com/Benni Indo
BPJS NONAKTIF - Ilustrasi BPJS Kesehatan. Seorang warga di Kota Malang, Buadi terkejut BPJS cucunya mendadak nonaktif saat periksa gigi. Ia mengeluhkan terpaksa bayar Rp150 ribu, padahal sebelumnya tidak membayar, Kamis (12/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Seorang warga di Kota Malang, Buadi terkejut BPJS cucunya mendadak nonaktif saat periksa gigi.
  • Ia mengeluhkan terpaksa bayar Rp150 ribu, padahal sebelumnya tidak membayar.
  • Buadi berharap pemerintah segera memperbaiki status kepesertaan cucunya dan menjelaskan posisi desil ekonomi keluarganya.

 

TRIBUNJATIM.COM - Seorang warga Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Buadi mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan setelah cucunya yang berstatus peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba tercatat nonaktif saat menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

Buadi menuturkan, cucunya mengalami sakit gigi dan harus diperiksa ke layanan kesehatan.

Namun usai tindakan, keluarga terkejut karena sistem menunjukkan status kepesertaan BPJS cucunya tidak aktif.

“Cucu saya sakit gigi, saat selesai periksa ternyata statusnya sudah nonaktif. Kami tidak tahu sama sekali kalau statusnya berubah,” ungkapnya, Kamis (12/2/2026).

Akibat status nonaktif tersebut, keluarga terpaksa membayar biaya perawatan senilai Rp 150 ribu.

Padahal sebelumnya seluruh layanan kesehatan cucunya selalu ditanggung penuh karena merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Biasanya tidak membayar karena PBI. Tapi kemarin karena nonaktif, ya harus bayar,” keluhnya.

Baca juga: 125.000 Peserta PBI JKN di Malang Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Mengacu Data dari Kementerian Sosial

Minta Status Desil Diperjelas

Buadi berharap pemerintah segera memperbaiki status kepesertaan cucunya dan menjelaskan posisi desil ekonomi keluarganya.

Ia menilai perubahan status yang terjadi tanpa pemberitahuan membuat masyarakat bingung.

“Keluarga anak saya itu masuk desil berapa, itu harus dijelaskan. Mereka juga nggak tahu kenapa bisa nonaktif,” ujarnya.

Menurut Buadi, keluarga anaknya kini sudah memiliki Kartu Keluarga (KK) terpisah.

Menantunya bekerja sebagai ojek online, sehingga ia berharap kondisi ekonomi tersebut dapat dipertimbangkan dalam penentuan kelayakan PBI.

“Dengan kondisi seperti itu saya berharap bisa segera dibantu karena kebutuhan kesehatan sangat diperlukan,” jelasnya.

Buadi juga mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada salah satu anggota DPRD Kota Malang agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved