Lipsus Takjil Ramadan 2026

Warga Diminta Berhati-hati, Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Mengandung Bakteri E Coli & Rodhamin B

Ditemukannya banyak makanan takjil yang tidak sesuai dengan standar kehigienisan dari sidak Dinkes Kota Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
TAKJIL - Suasana pasar takjil di Taman Krida Jawa Timur, Kota Malang. Dinkes Kota Malang mengimbau warga berhati-hati membeli jajanan di pasar takjil karena ada temuan bakteri E coli dan Rodhamin B yang dapat memicu kanker dalam waktu lama. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terus meningkatkan pengawasan keamanan pangan.

Khususnya di pasar-pasar takjil yang mulai marak di berbagai wilayah saat Ramadan.

Baca juga: Aturan Baru Usaha Kos di Surabaya, Dibatasi Maksimal 5 Kamar, Kos Harian Akan Dilarang

Peningkatan pengawasan ini dilakukan seiring ditemukannya banyak makanan takjil yang tidak sesuai dengan standar kehigienisan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Malang, M Zamroni, Senin (2/3/2026), menyampaikan bahwa pengawasan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan Puskesmas serta tenaga sanitarian di tingkat bawah.

"Saat Ramadan banyak berdiri pasar takjil. Sebagai konsumen, masyarakat perlu memperhatikan aspek kesehatan," ujarnya.

"Karena itu kami lakukan pengecekan di berbagai titik," imbuh Zamroni.

Pemeriksaan dilakukan sejak 18 Februari hingga 1 Maret 2026 di 19 pasar takjil.

Selama periode tersebut, petugas telah memeriksa ratusan jenis makanan.

101 sampel diperiksa terkait bakteri Escherichia Coli (E Coli), 73 sampel diuji kandungan boraks, 72 sampel diperiksa formalin, 69 sampel diuji rodhamin B, 25 sampel diperiksa metanil yellow.

Dari hasil uji tersebut, ditemukan 10 sampel mengandung bakteri E coli yang tidak memenuhi persyaratan atau sekitar 9,9 persen.

Selain itu, dari 69 sampel yang diuji rodhamin B, terdapat 4 sampel dinyatakan positif.

"E coli bisa menyebabkan keracunan. Meski demikian, jenis E.coli 0157 yang dapat menyebabkan diare berdarah tidak kami temukan," jelas Zamroni, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, uji terhadap boraks dan formalin menunjukkan hasil negatif.

Tidak ditemukan kandungan kedua bahan berbahaya tersebut pada sampel yang diperiksa.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved