Lipsus Takjil Ramadan 2026

Warga Diminta Berhati-hati, Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Mengandung Bakteri E Coli & Rodhamin B

Ditemukannya banyak makanan takjil yang tidak sesuai dengan standar kehigienisan dari sidak Dinkes Kota Malang.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Benni Indo
TAKJIL - Suasana pasar takjil di Taman Krida Jawa Timur, Kota Malang. Dinkes Kota Malang mengimbau warga berhati-hati membeli jajanan di pasar takjil karena ada temuan bakteri E coli dan Rodhamin B yang dapat memicu kanker dalam waktu lama. 

Zamroni menjelaskan, rodhamin B merupakan zat pewarna sintetis yang seharusnya digunakan untuk tekstil, bukan pangan.

Konsumsi jangka panjang zat ini berpotensi memicu kanker, merusak ginjal, serta mengganggu sistem pernapasan.

"Biasanya bisa dicurigai dari warna yang sangat mencolok atau tidak wajar. Kalau baunya aneh, itu juga patut diwaspadai," katanya.

Selain warna dan bau, bentuk makanan yang terlalu menarik namun tidak lazim, juga perlu dicermati.

Dalam proses pengawasan, petugas bahkan melakukan uji organoleptik dengan mencicipi sampel secara langsung sebelum diuji laboratorium.

Terhadap pedagang yang produknya dinyatakan tidak memenuhi syarat, Dinkes Kota Malang melakukan pendekatan persuasif berupa edukasi keamanan pangan serta meminta penggantian bahan dengan yang lebih aman.

"Kami sampaikan ke penjual, lalu kami edukasi. Setelah itu akan kami periksa ulang untuk memastikan edukasi berjalan," tegasnya.

Baca juga: Di Balik Segarnya Takjil Ramadan, Waspada Bahaya Boraks dan Formalin

Pengawasan ini akan terus berlangsung hingga berakhirnya aktivitas pasar takjil selama Ramadan.

Selain pengawasan lapangan, Dinkes Kota Malang juga melakukan pembinaan kepada para penjaja makanan, termasuk pelaku usaha restoran dan dapur SPPG.

Mereka dilatih sebagai penjamah makanan agar memahami standar higiene dan sanitasi.

"Kami akan terus edukasi masyarakat agar mampu memilah dan memilih makanan yang sehat. Keamanan pangan ini tanggung jawab bersama," pungkas Zamroni.

Pembeli waspada

Rahmawati, warga Pandanwangi yang pernah beli jajanan takjil di Jalan Sulfat mulai waspada.

Dirinya menceritakan bahwa ia kini sangat berhati-hati memilih makanan di pasar.

Ia tidak membeli makanan yang warnanya mencolok. 

"Memang yang saya tahu sejauh ini kalau warnanya mencolok itu patut diwaspadai," ujar Rahmawati.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved