Pelaku Usaha di Malang Diharapkan Berikan Data Riil kepada Petugas Sensus Ekonomi 2026
Petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang akan melakukan door to door ke pelaku usaha.
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Alga W
Ringkasan Berita:
- Petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang akan melakukan door to door ke pelaku usaha.
- Pelaku usaha dari skala, mikro, kecil, menengah, maupun skala besar diharapkan bisa memberikan data secara akurat dan lengkap kepada petugas.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sebanyak 2.200 petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang akan melakukan door to door ke pelaku usaha selama Sensus Ekonomi 2026.
Harapannya, pelaku usaha bisa memberikan data secara akurat dan lengkap kepada petugas.
Baca juga: Diseruduk dari Belakang, Pemotor Usia 67 Tahun Meninggal, Pelaku Tabrak Lari Diburu Polisi
Sensus Ekonomi 2026 mulai dilaksanakan pada 1 Mei - 31 Juli 2026.
Pendataan ini menyasar pelaku usaha dari skala, mikro, kecil, menengah, maupun skala besar.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyorini mengatakan, tahapan sensus mulai dilakukan.
Di antaranya mulai melakukan komunikasi, koordinasi, dan diplomasi (KKD) ke perbankan.
"Kami sudah difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk masuk ke perbankan dan menyampaikan kuesioner dan alhamdulillah sudah beres," kata Erny, Kamis (7/5/2026).
Selanjutnya, sebanyak 2.200 petugas sensus akan melaksanakan door to door ke rumah.
Dikatakan Erny, seluruh kegiatan ekonomi, baik yang kasat mata maupun tidak, akan disensus.
Namun, Erny pun tak memungkiri masih banyak pelaku usaha yang tidak jujur untuk melaporkan kondisi ekonominya kepada petugas.
Di antaranya, pelaku usaha takut akan pajak yang dikenakan bagi mereka.
"Memang selalu kami sebutkan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan pajak. Hasilnya pun tidak akan dipublikasikan seperti yang sudah tertera di undang-undang," sambungnya.
Maka dari itu, Erny menyebutkan pentingnya sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.
Agar mereka menerima petugas sensus secara terbuka dan menyampaikan kondisi riil usahanya secara akurat dan lengkap.
Sementara ini, bentuk dukungan dari pemerintah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 antara lain menyediakan ruang sosialisasi dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), menyerbarluaskan informasi melalui pemasangan spanduk di seluruh kecamatan, serta memanfaatkan videotron di titik strategis.
Serta turut menggerakkan seluruh jajaran pemerintah mulai dari perangkat daerah hingga pemerintah kecamatan maupun desa untuk aktif mendukung pelaksanaannya.
Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016 silam, total unit usaha di Kabupaten Malang sebanyak 295 ribu, jumlah ini terbanyak nomor 3 di Jawa Timur.
Kemudian pada Sensus Ekonomi 2026, akan terjadi pertumbuhan jumlah unit usaha dibanding 10 tahun silam.
"Kayaknya naik cuma berganti sektor aja. Tapi kita kan enggak tahu kalau enggak door to door untuk mengetahui kegiatan ekonomi yang tidak eksplisit," tukasnya.
| Izin Tak Lengkap, Penginapan Pantai Wediawu Malang Dilarang Beroperasi Pasca Insiden Turis Surabaya |
|
|---|
| Grebeg Tengger Tirto Aji, Tradisi Pengambilan Air Suci yang Jadi Simbol Syukur dan Harmoni Alam |
|
|---|
| Program DAHSAT Jadi Andalan Pemkab Malang untuk Cegah Stunting Sejak Dini |
|
|---|
| Permintaan Naik Jelang Idul Adha, Harga Kambing di Malang Tembus Rp2,3 Juta per Ekor |
|
|---|
| Penyakit LSD Serang Sapi di Malang, DPKH Malang Imbau Peternak Vaksinasi Mandiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/lokasi-Alun-alun-Merdeka-Malang.jpg)