Cerita Kernet Bus ALS Selamatkan Diri saat Tabrakan, Lompat Keluar Lewat Kaca Api Langsung Besar

Muhamad Fadli merupakan kernet dari Bus ALS. Ia menjadi satu dari empat orang yang selamat dari insiden maut tersebut.

Tayang:
KOLASE Sripoku/Eko Mustiawan dan Tribun Sumsel/Eko Hipronis
KORBAN SELAMAT - Muhamad Fadli (kanan) merupakan kernet dari Bus ALS. Ia menjadi satu dari empat orang yang selamat dari insiden maut tersebut. Fadli mengalami luka ringan di bagian betis pada kedua kakinya dan luka di bagian lengan tangan sebelah kiri, Kamis (7/5/2026). 

Langsung aku jemput anak, habis itu balik lagi ke lokasi.

TJ: Saat abang sampai, kondisi api sudah besar?

Jon: Sudah besar.

TJ: Waktu itu kondisi sudah ramai?

Jon: Sudah ramai, sekitar 50 sampai 60 orang warga.

TJ: Jadi sudah banyak warga di lokasi?

Jon: Iya, warga sekitar semua.

TJ: Abang sempat melihat kondisi di dalam bus?

Jon: Busnya di pinggir jalan. Suara-suara sudah tidak terdengar lagi, karena api sudah terlalu besar. Tidak bisa mendekat.

TJ: Radius warga dari lokasi kebakaran sekitar berapa meter?

Jon: Sekitar 20 sampai 30 meter.

TJ: Warga sebenarnya ada yang ingin menolong?

Jon: Pasti ada niat menolong. Tapi api sebesar itu memang susah didekati.

TJ: Abang berada di lokasi sampai api padam?

Jon: Iya, sampai terakhir. Aku sempat ikut evakuasi jenazah yang ketiga atau keempat, baru pulang.

TJ: Total ada 16 jenazah ya bang?

Jon: Katanya 16. Yang aku lihat waktu itu baru jenazah ketiga.

TJ: Jadi abang menyaksikan dari sekitar jam berapa sampai jam berapa?

Jon: Sekitar jam 12.30 siang sampai sore. Aku ikut lihat sampai proses evakuasi berjalan.

TJ: Saat kebakaran itu, sudah ada pemadam kebakaran atau polisi?

Jon: Polisi sudah ada waktu aku sampai. Tapi pemadam belum datang. Damkar baru datang kira-kira hampir satu jam kemudian.

TJ: Berarti saat api masih besar, memang belum bisa berbuat banyak?

Jon: Tidak bisa apa-apa, cuma melihat dari jauh.

TJ: Penumpang di dalam bus sudah tidak terlihat?

Jon: Sudah tidak nampak lagi. Yang terlihat cuma asap dan api besar.

TJ: Ada rasa ingin menolong waktu itu?

Jon: Pasti ada. Barang-barang penumpang juga banyak tercecer di luar. Ada teman yang sempat menarik satu karung, tapi selebihnya tidak bisa diselamatkan.

TJ: Ada barang yang berhasil diselamatkan?

Jon: Tidak ada.

TJ: Setelah proses evakuasi dilakukan polisi, abang masih di lokasi?

Jon: Iya, masih melihat di sana.

TJ: Menurut pandangan abang sebagai warga, apa penyebab kejadian ini?

Jon: Aku tidak berani menyimpulkan, karena waktu kejadian aku tidak tepat berada di lokasi tabrakan.

TJ: Tapi bus ALS memang sering melintas di jalur ini?

Jon: Iya, sering. Ini kan jalan lintas utama.

TJ: Kalau mobil tangki BBM juga sering lewat?

Jon: Sering juga. Tapi soal itu tangki Pertamina atau bukan, aku belum tahu pasti.

TJ: Saat kejadian abang belum tahu itu tangki BBM?

Jon: Belum tahu. Aku kira cuma truk biasa bawa muatan. Setelah api mulai padam baru tahu itu tangki BBM.

TJ: Sampai sekarang juga belum tahu identitas tangkinya?

Jon: Belum tahu. Soalnya dua kendaraan itu sudah habis terbakar, warnanya pun sudah tidak kelihatan lagi.

TJ: Abang tahu sopir dan kernet tangki juga meninggal?

Jon: Tidak tahu.

TJ: Demikian keterangan lengkap dari Bang Jon, warga sekitar yang menyaksikan langsung kebakaran hebat antara bus ALS dan mobil tangki BBM di Jalinsum Desa Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved