Berita Viral
Jadwal Sidang Pembelaan Nadiem Makarim setelah Dituntut 18 Tahun Penjara, Kondisinya Terungkap
Tuntutan 18 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar yang terima Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tengah jadi perbincangan publik.
"Justru sakit hati itu patah hati karena saya cinta kepada negara ini. Jadi tidak, saya tidak menyesal. Dan terus terang, harapan saya dan harapan banyak sekali masyarakat pada saat ini adalah tuntutan bebas," kata Nadiem.
"Tapi sebaliknya yang terjadi, hukuman terberat dilemparkan ke saya. Terberat. Saya tidak punya kata-kata untuk menjelaskan kenapa," tambah dia.
Isi Surat Dakwaan
Adapun dalam surat dakwaannya, jaksa menyebutkan Nadiem Anwar Makarim bersama-sama dengan Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Jurist Tan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) Tahun Anggaran 2020, 2021, dan 2022 tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.
Kemudian terdakwa Nadiem Makarim dkk membuat reviu kajian dan analisa kebutuhan peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada program digitalisasi pendidikan yang mengarah pada laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) tidak berdasarkan identifikasi kebutuhan pendidikan dasar dan menengah di Indonesia sehingga mengalami kegagalan khususnya daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).
Selanjutnya, menyusun harga satuan dan alokasi anggaran tahun 2020 tanpa dilengkapi survei dengan data dukung yang dapat dipertanggungjawabkan dalam penganggaran pengadaan laptop Chromebook yang menggunakan sistem operasi Chrome (Chrome OS) dan Chrome Device Management (CDM) yang menjadi acuan dalam penyusunan harga satuan dan alokasi anggaran pada tahun 2021 dan tahun 2022.
Serta melakukan pengadaan laptop Chromebook pada Kemendikbud melalui e-Katalog maupun aplikasi Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) tahun 2020, 2021, dan 2022 tanpa melalui evaluasi harga serta tidak didukung dengan referensi harga. Hal-hal tersebut bertentangan dengan UU.
Atas perbuatannya tersebut, Nadiem Makarim telah merugikan keuangan negara sebesar Rp1.567.888.662.716,74 berdasarkan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Atas Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Tahun 2019 sampai 2022.
Serta kerugian keuangan negara akibat pengadaan Chrome Device Management (CDM) yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat pada Program Digitalisasi Pendidikan pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2019 sampai 2022 sebesar USD44.054.426. Atau setidak-tidaknya sebesar Rp621.387.678.730, berdasarkan kurs terendah pada bulan Agustus 2020 sampai dengan Desember 2022 sebesar Rp14.105 per USD
Artikel ini sebelumnya telah tayang di Tribunnews.com
Mendikbudristek
Nadiem Makarim
dugaan korupsi pengadaan Chromebook
laptop Chromebook
TribunJatim.com
Tribun Jatim
| Fasilitas Kamar Mewah Diduga di Lapas Kelas IIA Cilegon, Ada Kipas Angin hingga Napi Bebas Main HP |
|
|---|
| ART Syok Emas 50 Gram dan Uang Rp 10 Juta Milik Majikan Lenyap usai Didatangi Pemasang Tiang Kabel |
|
|---|
| Truk Tertelan Jalan Ambles saat Angkut Sampah 2,4 Ton, UPT Kebersihan DLH: Rongga Tanah Kosong |
|
|---|
| Sosok Rahyu Ibu-ibu yang Ngamuk Sambil Bawa Sound karena Ingin Duet Bareng Afgan, Cuek Dihujat |
|
|---|
| Ngajar Sendirian di Sekolah Beralas Tanah, Guru Mansyur Digaji Rp 250 Ribu: Penting Murid Bisa Baca |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Nadiem-Makarim-Dituntut-18-Tahun-Penjara.jpg)