Prabowo Disarankan Noel Ebenezer agar Gandeng PDIP, ada Potensi Peristiwa Besar Juni-Juli
Saran itu disampaikan oleh terdakwa kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, Noel Ebenezer.
Ringkasan Berita:
- Noel Ebenezer menyarankan Presiden Prabowo Subianto menjalin kerja sama dengan pihak yang dinilainya loyal, termasuk PDIP.
- Noel mengingatkan adanya potensi gejolak politik dan sosial yang menurutnya perlu diantisipasi pemerintah.
- Ia menilai Presiden Prabowo harus menghindari pihak yang hanya berorientasi pada jabatan dan kepentingan pribadi.
TRIBUNJATIM.COM - Presiden Prabowo Subianto disarankan agar memperkuat dukungan dari pihaknya yang loyal.
Saran itu disampaikan oleh terdakwa kasus dugaan korupsi sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer.
Dalam pernyataannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026), Noel secara khusus menyebut PDIP dan kelompok pendukung Habib Rizieq sebagai pihak yang memiliki loyalitas kuat terhadap kepemimpinan dan ideologi.
Selain itu, Noel juga mengingatkan adanya potensi gejolak politik dan sosial dalam beberapa bulan ke depan.
Ia mengklaim terdapat konsolidasi berbagai elemen masyarakat yang berpotensi memicu eskalasi politik apabila tidak diantisipasi, seraya meminta Presiden Prabowo lebih peka terhadap berbagai indikator ekonomi dan dinamika politik yang berkembang.
Baca juga: Sosok dan Kekayaan Noel Ebenezer, Mantan Wamenaker yang Divonis 4,5 Tahun Penjara
"Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDIP. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya dan PDIP juga punya loyalitas ideologis. Jangan cari partai yang ke sana-ke sini," kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Noel juga mengingatkan Presiden Prabowo jangan mencari kawan yang orientasinya jabatan.
"Dan jangan cari kawan yang hanya orientasi mencari jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan luar biasa," jelasnya.
Noel juga menyinggung bakal adanya gejolak yang berupaya untuk menggulingkan pemerintahan serta kemungkinan terjadinya 98 jilid dua jika tidak diantisipasi.
Mulanya ia menyoroti mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang menjadi tersangka perkara dugaan korupsi.
"Ini juga memprihatinkan. Pak Prabowo luar biasa bekerja untuk bangsa ini dan rakyat ini. Tercederai dengan mungkin saya tidak mau memberi sebuah kesimpulan. Karena ini kan masih dalam proses hukum. Saya tidak berani terlalu masuk ke sana," kata Noel.
Kemudian ia menyebutkan telah jauh-jauh hari mengingatkan bahwa akan ada pejabat yang terseret kasus.
"Dulu yang saya ingatkan Pak Purbaya. Tapi ternyata yang kena ada dua hari ini. Selain Pak Dadan ada Pak Silmy," ucapnya.
Noel menyatakan dalam bulan Juni-Juli ini banyak juga pejabat yang akan ditangkap oleh KPK.
"Dan satu lagi saya coba ingatkan Pak Prabowo. Dalam bulan Juni-Juli ini akan ada peristiwa besar. Ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo," jelas Noel.
Dia mengatakan konsolidasi tersebut sudah selesai dan sudah matang.
"Konsolidasi sipil, mahasiswa, buruh, dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu. Dan 98 jilid dua akan terjadi tidak lama lagi," kata Noel.
"Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini, kita sudah lihat dolar semakin tinggi, indeks harga saham gabungan kita juga sudah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial. Yang indikatornya adalah gejolak ekonomi," tandasnya.
Divonis 4,5 tahun penjara
Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel Ebenezer kini divonis hukum 4,5 tahun penjara.
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana korupsi pada perkara gratifikasi pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
Vonis itu dijatuhkan oleh hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Selain vonis penjara, Noel juga dihukum untuk membayar denda.
Baca juga: Sesumbar Eks Wamenaker Noel Ebenezer Minta Dihukum Mati Jika Terbukti Memeras Pengusaha
"Mengadili menyatakan Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan akumulatif penuntut umum," ucap ketua majelis hakim Nur Sari Baktiana di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan penjara," putusnya.
Tak hanya itu, Noel juga dihukum membayar denda Rp200 juta subsider 90 hari.
Selain itu, Noel juga dihukum pidana tambahan membayar uang pengganti dikurangi uang yang telah dikembalikan ke rekening penampungan KPK sebesar Rp3 miliar.
"Menjatuhkan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp3,4 miliar subsider 1 tahun penjara," jelas hakim Nur.
Dalam pertimbangan yang memberatkan putusan, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Adapun dalam pertimbangan yang meringankan, majelis hakim menyebut Noel Ebenezer belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga.
Putusan tersebut, terdakwa Noel Ebenezer dan kuasa hukumnya menerimanya. Sementara itu, penuntut umum pikir-pikir.
Vonis terhadap Noel tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa.
Sebelumnya, jaksa menuntut Noel Ebenezer 5 tahun penjara, denda Rp250 juta subsider 90 hari kurungan penjara, uang pengganti Rp4,4 miliar dikurangi uang yang telah dikembalikan ke rekening penampungan KPK Rp3 miliar subsider 2 tahun penjara.
Kekayaan Immanuel Ebenezer
Inilah sosok dan harta kekayaan Immanuel Ebenezer.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang akrab disapa Noel ini terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (21/8/2025).
Kabar adanya kegiatan tangkap tangan ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Cahyanto.
"Benar, ada giat tangkap tangan," ujar Fitroh saat dikonfirmasi oleh wartawan pada Kamis.
Fitroh juga mengonfirmasi penangkapan terhadap Immanuel Ebenezer.
"Ya," jawabnya singkat, membenarkan keterlibatan Wamenaker dalam OTT tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai detail kasus korupsi yang menjadi dasar operasi tangkap tangan ini.
Status hukum para pihak yang diamankan, termasuk Wamenaker Immanuel Ebenezer, akan diumumkan dalam waktu 1x24 jam setelah pemeriksaan awal.
Hanya saja, pihak KPK menyebut bahwa Noel terlibat dalam kasus pemerasan.
"Pemerasan," kata Fitroh.
Sosok Noel dulu dikenal sebagai Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman).
Sosoknya dikenal luas setelah menjadi pendukung militan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Ia merupakan politisi Partai Gerindra.
Kemudian, pada Pilpres 2024, Noel awalnya melontarkan dukungan Jokowi Mania untuk Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres).
Bahkan, dukungan tersebut memunculkan relawan Ganjar Mania.
Baca juga: BREAKING NEWS - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Padahal, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) belum mengumumkan bakal capres yang akan diusung pada Pilpres 2024.
Akibatnya, sempat terjadi ketegangan antara Relawan Jokowi Mania dengan sejumlah politikus PDI-P.
Namun, secara tiba-tiba, dukungan Jokowi Mania beralih kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai bakal capres.
Apalagi, setelah putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka secara resmi mendampingi Prabowo sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Hingga akhirnya, Noel membubarkan relawan Ganjar Mania dan membentuk relawan Prabowo Mania 08.
Baca juga: 4 Kontroversi Setya Novanto, Terpidana Korupsi e-KTP Rp2,3 Triliun Bebas, Sel Mewahnya Pernah Viral
Baca juga: 15 Koruptor Bebas Bersyarat Seperti Setya Novanto, Berikut Riwayat Kasus dan Nilai Kerugian Negara
Sejak saat itu, pria kelahiran 22 Juli 1975 ini turut berjuang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Pada saat yang sama, Noel bergabung dengan Partai Gerindra.
Bahkan, dia maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.
Maju sebagai caleg dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Utara, Noel meraup 29.786 suara.
Tetapi, dia tidak berhasil lolos sebagai wakil rakyat di Senayan.
Harta Kekayaan Immanuel Ebenezer
Harta kekayaan Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel ini mencapai Rp 17 miliar atau tepatnya Rp 17.620.260.877.
Angka tersebut berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Sebagai pejabat negara, Noel wajib melaporkan secara berkala harta kekayaannya.
Dilihat dari laman LHKPN pada Kamis (21/8/2025), terakhir Noel melaporkan hartanya yakni pada Desember 2024 usai diangkat menjadi Wakil Menteri Oktober 2024 silam.
Noel tercatat memiliki kas senilai Rp 2.029.760.877. Ada pula harta bergerak senilai Rp 109.500.000.
Hartanya paling besar berupa aset properti rumah dan tanah senilai Rp 12.145.000.000. Terdiri dari 5 aset yang ada di Depok dan Bogor.
Berita Viral lainnya
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| 10 Siswa Tampilkan Karya Akhir Profesional Kecantikan, Siap Masuk Industri Profesional |
|
|---|
| Spesifikasi Emmo JVX GT dan JVH Max, Motor Listrik MBG yang Harganya Capai Rp 50 Juta |
|
|---|
| Dusan Vlahovic Jadi Pemain Gratisan dari Juventus, AC Milan Tetap Sulit Merekrutnya |
|
|---|
| Chord Gitar dan Lirik Lagu Maaf - Jamrud: Maafkan Aku Atas Semua Yang Pernah Kita Lewati Bersama |
|
|---|
| Perut Ibu Hamil Ditendang Pak Ogah Akibat Cekcok di Sekitar Lokasi Tawuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Eks-Wamenaker-Immanuel-Ebenezer-alias-Noel-ingatkan-Prabowo-gandeng-PDIP.jpg)