Lipsus Takjil Ramadan 2026
Di Balik Segarnya Takjil Ramadan, Waspada Bahaya Boraks dan Formalin
Fenomena makanan berbahaya yang kerap keluar saat bulan Ramadan juga bukan tanpa sebab.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Alga W
Terkait pengawasan, ia menilai, pemerintah melalui BPOM dan Dinas Kesehatan sebenarnya telah rutin melakukan pengawasan, terutama menjelang Ramadan.
Namun, luasnya sebaran pedagang dan sifat usaha yang temporer menjadi tantangan tersendiri.
"Keamanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Perlu kesadaran dari produsen dan konsumen," tegasnya.
Ia juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang mengonsumsi makanan berisiko.
Menurutnya, hal itu lebih disebabkan kurangnya pengetahuan ketimbang sikap abai.
"Banyak yang belum tahu ciri makanan aman, atau tertarik dengan warna cerah dan harga murah. Karena efeknya tidak langsung, orang merasa tidak ada masalah," katanya.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan pangan.
Edukasi kepada pedagang, pengawasan rutin, serta sikap selektif dari konsumen menjadi kunci utama.
"Memilih makanan yang aman adalah cara paling efektif mendorong perubahan, karena produsen akan mengikuti permintaan pasar," imbuhnya.
Baca juga: Razia Belasan Warung Jelang Azan Zuhur, Satpol PP Bangkalan Pergoki Warga yang Puasa Bedug
Di sisi lain, ia juga membagikan tips sehat menjalani Ramadan.
Bahkan Dr Syifa baru saja menerbitkan buku Tips Terkini Sehat Berpuasa & Sehat Berlebaran.
Buku tersebut memuat penjelasan komprehensif mengenai pengaturan pola makan saat sahur dan berbuka, manajemen penyakit kronis selama puasa, menjaga kesehatan saluran cerna, hingga strategi mempertahankan kebugaran tubuh selama periode Ramadan dan pasca Lebaran.
Materi yang disajikan dirancang komunikatif dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Masyarakat dianjurkan berbuka secara bertahap, membatasi konsumsi gorengan dan minuman manis, serta memperbanyak asupan sayur, buah, dan protein.
Selain itu, kebutuhan cairan harus tercukupi antara waktu berbuka hingga sahur, terutama dengan memperbanyak minum air putih.
Aktivitas fisik ringan dan menjaga kualitas tidur juga penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.
"Dengan pola makan seimbang, puasa justru bisa menjadi momen memperbaiki kebiasaan hidup lebih sehat," tandasnya.
| Warga Diminta Berhati-hati, Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Mengandung Bakteri E Coli & Rodhamin B |
|
|---|
| Hasil Sidak secara Senyap Dinkes, Belum Ditemukan Kandungan Makanan Berbahaya di Pasar Takjil Malang |
|
|---|
| Alasan Penjual Takjil di Kota Batu Pastikan Dagangan Bebas Bahan Berbahaya |
|
|---|
| Waspada Takjil Berbahan Kimia Hingga Warna Mencolok, Ini Tips Aman dari Dinkes Batu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dosen-Fakultas-Kedokteran-Universitas-Brawijaya-Malang-dr-Syifa-Mustika.jpg)